Kelompok Tani Asal Cikarang Berhasil Ciptakan Genetik Melon Super

Kelompok Tani Asal Cikarang Berhasil Ciptakan Genetik Melon Super

Kelompok Tani Melonesia yang berada di Kampung Wangkel, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, menghadirkan inovasi eduwisata berupa kebun melon premium berbasis organik.--

Kabupaten Bekasi, Disway.id- Kelompok Tani Melonesia yang berada di Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melakukan trobosan dengan membuka objek wisata edukasi atau eduwisata kebun melon premium berbasis organik yang memberikan kesempatan pengunjung memetik hasil panen.

Anggota Kelompok Tani Melonesia Hafid Faidi mengatakan melon yang ditanam merupakan jenis Sweetnet dan Okasa F1. Setiap pot ditanami satu pohon melon yang ditargetkan dapat menghasilkan satu buah dengan kualitas premium.

F1 adalah istilah genetik pertama hasil dari inovasi yang menciptakan suatu genetik terbarukan. Kelompok tani melonesia asal cikarang ini berhasil mengembangkan genetik super buah melon dengan metode penanaman organik yang ramah lingkungan.

BACA JUGA:Pengentasan Banjir, Pemkab Bekasi Tertibkan 1.315 Bangunan Liar di 120 Titik

"Saya sangat bersyukur hasil panen pertama mencapai hingga dari 300 kilogram. Terima kasih bapak dan ibu yang sudah bersuka ria mengikuti wisata petik melon, semoga bermanfaat," katanya di lokasi kebun di Kabupaten Bekasi, Senin.

Ia mengatakan kebun buah melon ini berdiri di atas lahan seluas 15×20 meter dengan 700 bibit melon yang ditanam menggunakan metode pot atau menggunakan media polybag.

Media tanam yang digunakan merupakan campuran serabut kelapa dan pupuk organik. Teknik ini membuat tanaman lebih tahan terhadap hama, hemat air sekaligus menghasilkan buah dengan rasa manis serta tekstur yang padat dan segar.

BACA JUGA:Hardiknas 2025, Pemkab Bekasi Wujudkan Pendidikan Yang Berkualitas Berbasis Digitalisasi

Camat Cibitung Encun Sunarto yang berkesempatan meninjau kebun melon ini mengatakan setiap pot menghasilkan satu buah melon dengan kualitas rasa luar biasa manis dan tekstur buah yang padat, hasil teknik tanam organik tanpa bahan kimia.

Menurut dia inovasi pertanian ini dapat menjadi model percontohan urban farming yang adaptif terhadap keterbatasan lahan namun tetap menghasilkan produk berkualitas tinggi.

"Dengan harga jual mencapai Rp50.000 per kilogram, buah melon dari kebun ini tetap diminati karena keunggulannya sebagai produk sehat dan ramah lingkungan," katanya.

BACA JUGA:Ikut Arahan Gubernur, SMK IPTEK Cilamaya Gelar Perpisahan Sederhana di Sekolah

Dia mengatakan kebun melon ini juga telah resmi dibuka untuk umum sebagai destinasi agrowisata. Pengunjung tidak hanya bisa membeli buah yang telah dipanen melainkan juga merasakan sensasi memetik langsung buah pilihan mereka dari pohon.

Selain daya tarik wisata lokal, kebun ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak dan pelajar. Mereka dapat belajar tentang penting pertanian organik, pengelolaan media tanam alami sekaligus pengurangan penggunaan pestisida berbahan kimia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait