“Serakahnomics”: Presiden Prabowo Tegas Berantas Korupsi dan Kartel Pangan

“Serakahnomics”: Presiden Prabowo Tegas Berantas Korupsi dan Kartel Pangan

"Presiden Prabowo berantas 'serakahnomics': hemat USD18,5 miliar, sita 3,1 juta ha sawit ilegal, dan gugat kartel pangan merugikan negara."--

Nasional, Disway.id – Presiden Prabowo Subianto meluncurkan istilah baru, “serakahnomics”, untuk menggambarkan praktik ekonomi rakus yang merugikan rakyat, termasuk korupsi dan permainan harga oleh kartel pangan.

Dalam pidato kenegaraannya, Prabowo mengungkap bahwa pemerintah berhasil menghemat USD 18,5 miliar dari pemangkasan pemborosan anggaran di biro perjalanan dan perkantoran. Ia menegaskan, penghematan tersebut akan dialihkan untuk program-program prioritas rakyat, termasuk pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan.

Sebagai langkah penegakan hukum, pemerintah telah mengidentifikasi lebih dari 1.000 operasi tambang ilegal di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, sekitar 3,1 juta hektar lahan sawit ilegal telah dikembalikan ke negara untuk dikelola secara sah.

Prabowo juga menyoroti peran kartel pangan yang merugikan negara hingga USD 6,1 miliar per tahun. Pemerintah kini menggugat pihak-pihak tersebut dan berkomitmen menjaga harga pangan agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

"Kita tidak akan memberi ruang bagi mereka yang merampok hak rakyat. Serakahnomics harus dihentikan," tegas Prabowo.***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: