Dua Juta Masyarakat Jawa Barat Nganggur, Lapangan Pekerjaan Kian Sulit
Gelombang PHK di Bekasi, 1.004 pekerja kehilangan pekerjaan hingga September 2025, melampaui total PHK tahun lalu, picu kekhawatiran ekonomi daerah.--
Jawa Barat, Disway.id-Jumlah pengangguran di Provinsi Jawa Barat (Jabar) kembali mengalami peningkatan pada Agustus 2025. Kondisi ini mencerminkan masih sedikitnya lapangan pekerjaan sementara angkatan kerja terus bertambah.
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mengungkapkan jumlah pengangguran di Jabar pada Agustus 2025 sebanyak 1,78 juta orang, meningkat sebesar 6,77 persen dibanding Agustus 2024.
Jumlah ini meningkat sebanyak 0,10 juta orang. Sementara penduduk pekerja hanya naik sebesar naik sebanyak 0,09 juta orang, sementara pengangguran naik sebanyak 0,01 juta orang.
BACA JUGA:Kebijakan KDM Bikin Proyek Bendung BSH 0 di Bekasi Tersendat, Kejari Bekasi turun Tangan Pantau Progres
BPS mengungkapkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2024. TPAK pada Agustus 2025 sebesar 66,99 persen, turun 0,72 persen poin dibandingkan Agustus 2024. TPAK adalah persentase banyaknya angkatan kerja terhadap banyaknya penduduk usia kerja. TPAK mengindikasikan besarnya persentase penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi di suatu negara/wilayah.
Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus dalam rilisnya menyampaikan data per Agustus 2024 jumlah penduduk bekerja mencapai 24,51 juta orang dengan distribusi status pekerjaan terbesar adalah sebagai buruh/karyawan/pegawai sebesar 42,02 persen diikuti berusaha sendiri sebesar 23,06 persen.
Dan proporsi pekerja informal lebih tinggi yaitu sebesar 54,95 persen dibandingkan pekerja formal yang sebesar 45,05 persen. “Proporsi penduduk bekerja pada kegiatan informal mengalami kenaikan selama Agustus 2024 hingga Agustus 2025 didorong oleh bertambahnya pekerja dengan status berusaha sendiri.”, kata Darwis dalam keterangannya pada Rabu, 5 November 2025.
Untuk penyerapan tenaga kerja menurut lapangan usaha sebagian besar pada sektor perdagangan sebesar 22,69 persen, diikuti sektor industri pengolahan sebesar 18,73 persen dan sektor pertanian sebesar 15,24 persen.
Tingkat Pendidikan Pekerja Didominasi Lulusan SD Menurut tingkat pendidikan penduduk bekerja didominasi oleh jenjang SD sebesar 36,61 persen atau sebanyak 8,97 orang, SMA sebesar 18,08 persen atau sebanyak 4,43 juta orang, SMP sebesar 17,31 persen atau sebanyak 4,24 juta orang.
Sedangkan yang berpendidikan tinggi atau diploma ke atas sebesar 11,15 persen dari total penduduk bekerja. Sementara, menurut jenis kelamin TPT laki-laki sebesar 6,92 persen, sedangkan TPT perempuan sebesar 6,51 persen. Dan jika dilihat dari wilayah maka TPT diperkotaan sebesar 7,19 persen lebih tinggi dibandingkan TPT perdesaan yang sebesar 4,92 persen.
BACA JUGA:Pembangunan Sekolah Mangkrak, Cermin Buram Tata Kelola Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Menurut tingkat pendidikan, pengangguran tertinggi pada lulusan SMK yang sebesar 12,81 persen. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yaitu 12,74 persen pada Agustus 2024 dan 12,42 persen pada Februari 2025.
Berdasarkan kabupaten/kota TPT tertinggi tercatat di Kabupaten Bekasi sebesar 8,78 persen dan terendah di Kabupaten Pangandaran sebesar 1,91 persen. Sepanjang periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025 sebanyak 16 kabupaten/kota mengalami penurunan TPT sedangkan 11 kabupaten/kota lainnya mengalami kenaikan TPT. (Kay)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: