RS Mandaya Karawang Hadirkan Layanan Kanker Terpadu dengan Teknologi Mutakhir
RS Mandaya Karawang Hadirkan Layanan Kanker Terpadu dengan Teknologi Mutakhir.--karawangbekasi.disway.id
KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID - RS Mandaya Karawang terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan berkualitas dengan menghadirkan Layanan Kanker Terpadu. Layanan ini dirancang untuk memberikan penanganan kanker yang komprehensif, terintegrasi, dan berbasis teknologi mutakhir bagi masyarakat Karawang dan sekitarnya.
Kepala Divisi Sales and Marketing RS Mandaya Karawang, dr. Wahyu, mengatakan bahwa kehadiran Layanan Kanker Terpadu merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan pasien kanker yang terus meningkat.
"Kami ingin menghadirkan layanan kanker yang menyeluruh, mulai dari diagnosis hingga terapi, dengan pendekatan multidisiplin dan dukungan teknologi modern," ujarnya, Selasa (6/12/2026).
Menurut dr. Wahyu, penanganan kanker saat ini telah mengalami perkembangan pesat dan tidak lagi bersifat satu metode untuk semua pasien. Pengobatan kanker kini semakin personalisasi, disesuaikan dengan jenis kanker, stadium penyakit, hingga kondisi dan profil genetik masing-masing pasien.
Salah satu metode yang masih menjadi standar utama dalam pengobatan kanker adalah kemoterapi. Terapi ini menggunakan obat-obatan khusus untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker atau membunuh sel kanker yang berkembang dengan cepat. Kemoterapi dapat diberikan secara oral melalui mulut maupun secara intravena melalui pembuluh darah, tergantung pada jenis kanker dan kondisi pasien.
Meski demikian, kemoterapi kini tidak lagi berdiri sendiri. Saat ini, kemoterapi dikombinasikan dengan berbagai metode terapi lain untuk meningkatkan efektivitas pengobatan. Salah satu metode yang berkembang pesat adalah imunoterapi.
"Imunoterapi bekerja dengan memanfaatkan sistem imun tubuh pasien untuk melawan sel kanker. Metode ini menunjukkan hasil yang menjanjikan pada berbagai jenis kanker. Selain itu, terdapat pula targeted therapy yang bekerja lebih spesifik pada sel kanker tertentu, sehingga efek samping yang ditimbulkan relatif lebih minimal dibandingkan terapi konvensional," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: