Rupiah Anjlok, Kekhawatiran terhadap Independensi Bank Sentral Meningkat

Rupiah Anjlok, Kekhawatiran terhadap Independensi Bank Sentral Meningkat

Rupiah anjlok ke level terendah dipicu kekhawatiran independensi Bank Indonesia usai pencalonan gubernur BI, meski pemerintah jamin stabilitas.--

Nasional, Disway.id - Nilai tukar Rupiah kembali tertekan dan mencapai level terendah dalam perdagangan hari ini, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan investor. Pelemahan Rupiah terjadi di tengah meningkatnya sentimen negatif global serta isu domestik yang dinilai sensitif terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan Rupiah adalah kekhawatiran investor terhadap independensi bank sentral. Isu tersebut mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto mencalonkan keponakannya sebagai kandidat Gubernur Bank Indonesia. Langkah ini dinilai sebagian pelaku pasar berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

Pelaku pasar menilai independensi Bank Indonesia sangat krusial dalam menjaga stabilitas moneter, mengendalikan inflasi, serta menjaga kepercayaan investor domestik dan asing. Setiap sinyal intervensi politik dinilai dapat memicu volatilitas nilai tukar dan arus modal keluar.

BACA JUGA:Pameran Peluang Usaha Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bekasi

Menanggapi hal tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga independensi Bank Indonesia sesuai amanat undang-undang. Pemerintah menyatakan bahwa seluruh proses penunjukan pejabat bank sentral akan dilakukan secara transparan dan profesional.

Meski demikian, pasar keuangan masih bersikap waspada. Pergerakan Rupiah diperkirakan tetap fluktuatif dalam jangka pendek sambil menunggu kepastian kebijakan dan perkembangan lanjutan terkait proses pencalonan pimpinan bank sentral.

Analis menilai, ke depan stabilitas Rupiah sangat bergantung pada konsistensi kebijakan moneter, komunikasi yang jelas dari pemerintah dan Bank Indonesia, serta kemampuan menjaga kepercayaan pasar di tengah dinamika ekonomi dan politik nasional.***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: