Ribuan Hektare Sawah di Bekasi Terdampak Banjir
Sebanyak 5.168 hektare sawah di Kabupaten Bekasi terendam banjir sepekan, terancam gagal panen dan memaksa ribuan warga mengungsi.--
Kota Bekasi, Disway.id - Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Bekasi dan berdampak serius pada sektor pertanian. Tercatat sebanyak 5.168 hektare lahan persawahan terendam banjir akibat tingginya curah hujan yang terjadi secara terus-menerus selama sepekan terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran petani akan terjadinya gagal panen.
Genangan air yang menutup area persawahan mencapai ketinggian bervariasi, mulai dari puluhan sentimeter hingga lebih dari satu meter. Sawah yang berada di dataran rendah dan dekat aliran sungai menjadi wilayah paling terdampak. Tanaman padi yang masih muda maupun yang sudah mendekati masa panen terancam rusak karena terendam air terlalu lama.
Selain merugikan petani, banjir juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sekitar. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena air masuk ke permukiman. Beberapa desa dilaporkan lumpuh akibat akses jalan yang terputus dan fasilitas umum yang ikut terendam.
BACA JUGA:Banjir Kabupaten Bekasi Meluas, Pemerintah Seperti Kebingungan
Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui dinas terkait telah melakukan pendataan terhadap lahan pertanian yang terdampak serta jumlah warga yang mengungsi. Bantuan darurat berupa logistik, makanan, dan kebutuhan dasar telah disalurkan ke lokasi-lokasi pengungsian untuk meringankan beban warga.
Di sisi lain, para petani berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah, terutama terkait bantuan pascabanjir dan solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan. Mereka menilai perbaikan sistem drainase dan pengelolaan aliran sungai menjadi langkah penting untuk mencegah kerugian berulang.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih memantau kondisi cuaca dan debit air sungai. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah Bekasi dan sekitarnya masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: