Macet SGC Tak Kunjung Terurai, Penataan Pasar Tumpah Akan Dilakukan
Lokasi Relokasi Pasar Tumpah di Jalan Tumaritis, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi-Kbe-Kbe
KABUPATEN BEKASI - Kemacetan kronis di Persimpangan Sentra Grosir Cikarang (SGC), Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, tak lagi sekadar soal tingginya volume kendaraan. Lebih dari satu dekade, persoalan ini mencerminkan mandeknya penataan pasar dan lemahnya pengembalian fungsi jalan oleh pemerintah.
Setiap hari, terutama malam hingga pagi, badan jalan di sekitar persimpangan SGC berubah menjadi pasar tumpah. Ratusan pedagang menggelar lapak hingga menyisakan satu lajur kendaraan. Akibatnya, arus lalu lintas tersendat parah, bahkan di luar jam sibuk.
“Sudah lama banget begini. Macetnya bukan musiman, tapi harian. Rasanya kayak dibiarkan,” kata Estu (27), warga Karangbahagia yang hampir setiap pagi terjebak kemacetan 10-20 menit hanya di satu titik.
Pasar tumpah ini diketahui dihuni pedagang eks Pasar Cikarang yang terbakar pada 2015 silam. Hingga kini, pasar pengganti tak kunjung terwujud. Kekosongan kebijakan itu membuat para pedagang menempati badan jalan secara permanen, tanpa kejelasan penataan.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, volume kendaraan di persimpangan SGC mencapai 5.842 kendaraan per jam pada jam sibuk sore hari. Namun tingginya arus kendaraan kian diperparah oleh aktivitas perdagangan, parkir liar, serta proses bongkar lapak yang sering molor hingga pagi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono mengakui kepadatan di persimpangan SGC. Tingginya volume kendaraan yang melintas kerap terhambat oleh aktivitas di sekitar jalan.
BACA JUGA:Pemprov Jabar dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi Risiko Bencana
“Memang kan jalannya terdapat aktivitas-aktivitas pedagang sehingga ketika malam dan pagi juga masih padat. Memang perlu penanganan lintas sektor hingga fungsi jalan bisa dikembalikan sebagaimana seharusnya untuk pengendara,” ungkapnya.
Dia menyampaikan berdasarkan data fluktuasi volume kendaraan, arus lalu lintas di persimpangan Sentra Grosir Cikarang (SGC) mencapai 5.842 kendaraan per jam pada jam puncak, yakni pukul 18.00-19.00 WIB.
“Angka tersebut memang terbilang tinggi karena aktivitas pengendara yang melintas juga cukup tinggi dibanding titik lainnya,” ucapnya.
BACA JUGA:Outside Catering: Brits Hotel Karawang Tawarkan Home-Service Hospitality
Terpisah, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Edi Mulyadi, menegaskan bahwa persoalan yang terjadi bukan merupakan persoalan pasar. Sebab, lokasi tersebut sejatinya adalah ruas jalan yang sesuai peruntukannya sebagai fasilitas lalu lintas, namun dalam praktiknya digunakan masyarakat untuk berdagang.
“Persoalan yang terjadi ini bukan persoalan pasar. Lokasi itu sejatinya merupakan ruas jalan yang sesuai peruntukannya sebagai fasilitas lalu lintas, tetapi dalam praktiknya digunakan masyarakat untuk berdagang,” kata Edi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: