Berjuang di Tengah Keterbatasan Ekonomi, Nursa’adah Lulus Unsika dengan IPK 3,68 Sambil Bekerja
Miftah Nursa’adah-Kbe-Unsika
KARAWANG - Keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi Miftah Nursa’adah untuk terus berprestasi di bangku kuliah. Mahasiswi Fakultas Agama Islam ini berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,68 meski harus membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan sampingan demi mencukupi kebutuhan hidup dan pendidikan.
Miftah mengaku menjalani hari-harinya dengan jadwal yang padat. Ia harus pandai mengatur waktu karena perubahan jadwal kuliah yang kerap terjadi secara mendadak, sementara tanggung jawab pekerjaan tetap menuntut komitmen.
“Walaupun kerja sambil kuliah itu berat, kuliah tetap jadi prioritas utama saya,” ujarnya.
Kemandirian menjadi bagian dari keseharian Miftah. Ia membiayai Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara mandiri, tanpa bergantung pada orang tua. Sang ibu berprofesi sebagai ibu rumah tangga, sementara ayahnya telah meninggal dunia.
“Saya berusaha menyisihkan sebagian gaji untuk biaya kuliah dan kebutuhan sehari-hari,” kata Miftah.
Selain bekerja, Miftah juga mengajar les dan anak taman kanak-kanak (TK) sebagai sumber penghasilan tambahan. Uang bekal kuliah hingga kebutuhan transportasi ia tanggung sendiri.
Mahasiswi asal Kosambi, Kabupaten Karawang ini rutin bolak-balik ke rumah menggunakan sepeda motor demi menekan biaya hidup.
Dalam perjalanannya menempuh pendidikan, Miftah juga menghadapi berbagai kendala akademik. Hampir dua tahun perkuliahan dijalani secara daring, yang mengharuskannya mengikuti kelas online sambil bekerja.
“Kadang kuliah online sambil kerja bikin fokus terbagi, itu tantangan terbesarnya,” tuturnya.
Ia menyadari persaingan akademik di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) cukup ketat. Banyak mahasiswa lain yang bisa lebih fokus pada dunia perkuliahan. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangatnya.
“Persaingannya ketat, jadi saya juga harus pintar-pintar cari waktu belajar,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: