UNSIKA Wisuda 594 Lulusan Februari 2026, Rektor Tekankan Kepedulian Sosial Alumni
Prosesi wisuda Unssika-Kbe-Unsika
KARAWANG – Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menyelenggarakan Wisuda Periode Februari 2026 yang berlangsung di Aula Syekh Quro UNSIKA, Selasa (10/2/2026). Prosesi Wisuda dilaksanakan dalam satu sesi dan diikuti oleh lulusan jenjang Diploma, Sarjana, hingga Magister.
Pada periode ini, UNSIKA meluluskan sebanyak 594 wisudawan yang terdiri atas satu lulusan program Diploma, 531 lulusan Sarjana, dan 62 lulusan Magister. Para lulusan tersebut berasal dari sembilan fakultas, yakni Fakultas Agama Islam sebanyak 46 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 63 orang, Fakultas Hukum 29 orang, Fakultas Ilmu Kesehatan 12 orang, Fakultas Ilmu Komputer 27 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 100 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 174 orang, Fakultas Pertanian 46 orang, serta Fakultas Teknik 97 orang.
BACA JUGA:Nama Elon Musk dan Mark Zuckerberg Muncul di Epstein Files, Tercatat Hadiri Jamuan Makan 2015
Dalam prosesi wisuda tersebut, UNSIKA juga mengumumkan sejumlah lulusan terbaik. Mereka di antaranya Nadia Nuraini Hasni, M.H. dari Program Magister Ilmu Hukum dengan IPK 3,98 (pujian), Agus Sulaeman, M.M. dari Magister Manajemen dengan IPK 3,97 (pujian), Defi Tri Mulyani, M.Pd. dari Magister Pendidikan Agama Islam dengan IPK 3,99 (pujian), Dini Pujiani, M.Pd. dari Magister Pendidikan Matematika dengan IPK sempurna 4,00 (pujian), serta Dita Asri Lestari, S.Or. dari Program Sarjana Ilmu Komunikasi dengan IPK 3,95 (pujian).
Rektor UNSIKA, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc., dalam sambutannya menegaskan bahwa kelulusan tidak semata-mata diukur dari prestasi akademik, melainkan juga dari tanggung jawab sosial lulusan di tengah masyarakat.
BACA JUGA:Pembangunan MRT Jakarta–Bekasi Dimulai Tahun Ini
“Alhamdulillah pelaksanaan wisuda berjalan lancar. Namun yang lebih penting, setelah lulus jangan menjadi pribadi yang apatis. Tantangan di luar kampus semakin kompleks, termasuk persoalan kebencanaan dan masalah sosial lainnya. Hal ini harus menjadi pembelajaran bersama, khususnya bagi lulusan UNSIKA,” ujar Prof. Ade.
Ia menambahkan, ijazah dan nilai akademik saja tidak cukup menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, empati dan solidaritas sosial harus menjadi karakter utama lulusan perguruan tinggi.
“Jangan hanya bangga karena lulus, tetapi tidak mau peduli atau membantu sesama. Rasa solidaritas sosial itu harus terus dijaga,” katanya.
BACA JUGA:Pemkab Bekasi Tegaskan Tidak Ada Ruang untuk Intoleransi
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ade juga menyampaikan tujuh kunci menjalani kehidupan, yaitu bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbakti kepada orang tua (birrul walidain), memperbanyak doa, gemar bersedekah, terus menambah ilmu pengetahuan, disiplin, serta mampu menikmati setiap proses kehidupan.
Terkait masa depan alumni, Prof. Ade berharap lulusan UNSIKA dapat menjaga dan meningkatkan eksistensi nama almamater, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Kami ingin UNSIKA benar-benar diperhitungkan, tidak hanya di Karawang tetapi juga secara nasional. Tidak ada alasan untuk merasa minder. Dengan pengetahuan yang memadai dan mental yang kuat, lulusan UNSIKA mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi negeri maupun swasta lainnya,” tegasnya.
BACA JUGA:Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Bawang Merah Alami Kenaikan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: