Waspada Gejala DBD di Musim Hujan: Bedanya dengan Demam Biasa dan Cara Penanganannya
Waspada Gejala DBD di Musim Hujan: Bedanya dengan Demam Biasa dan Cara Penanganannya.--istockphoto
KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID - Memasuki musim penghujan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia sering mengalami peningkatan.
Faktor DBD biasanya karena lingkungan yang lembap, genangan air, dan perubahan cuaca menciptakan kondisi ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.
DBD bukan penyakit ringan; jika terlambat ditangani, penyakit ini bisa berujung pada komplikasi berat. Oleh karena itu, memahami penyebab, gejala, serta cara pencegahannya sangat penting untuk melindungi diri dan keluarga.
DBD dan demam biasa, apa bedanya?
Demam biasa adalah kondisi di mana suhu tubuh seseorang naik di atas batas normal, yaitu di atas 37 derajat Celcius. Biasanya, Demam biasa disebabkan oleh infeksi ringan hingga berat.
Gejala yang biasa terjadi pada demam biasa termasuk sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, dan keringat dingin. D emam biasanya sering membaik dalam waktu kurang dari 3 hari dan dapat diatasi dengan istirahat yang cukup , minum banyak air, dan mengonsumsi obat penurun panas seperti parasetamol.
Di sisi lain, demam berdarah adalah kondisi yang dapat menjadi serius dan fatal bila tidak ditangani dengan cepat dan baik dan berpotensi mengancam nyawa. Demam berdarah disebabkan oleh infeksi virus demam berdarah yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: