Gara-gara Rasisme, Seruan Boikot K-Pop dan Drakor Makin Menggema SE Asia Tenggara
Senin 16-02-2026,09:22 WIB
Reporter:
|
Editor:
Suhlan Pribadi
Meme konflik nitizen Korea vs Asia Tenggara-kbe-Ist
HEBOH perseteruan k-net atau nitizen Korea vs nitizen Asia Tenggara belum juga reda, bahkan makin melebar kemana-mana.
Banyak pengamat memprediksi konflik di dunia Maya ini akan berakibat ke bidang-bidang lain terutama ekonomi.
Tagar boikot terkait industri K-Pop kembali marak di media sosial (terutama X/Twitter) pada awal 2026, didorong oleh dua isu utama: konflik rasisme antara netizen Korea dan Asia Tenggara, serta aksi bela Palestina.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai munculnya tagar boikot tersebut:
Konflik Netizen Korea vs Asia Tenggara (Februari 2026):
Tagar boikot K-Pop dan K-Drama muncul sebagai respons atas tindakan rasisme dari sebagian netizen Korea (K-netz) terhadap penggemar Asia Tenggara.
Hal ini dipicu oleh oknum fansite Korea yang melanggar aturan membawa kamera profesional di konser DAY6 di Kuala Lumpur, kemudian melakukan playing victim dan menyerang netizen Asia Tenggara dengan komentar rasis.
Solidaritas "SEAblings": Netizen dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam bersatu menggunakan tagar solidaritas untuk melawan tindakan rasisme tersebut, merembet hingga ancaman memboikot industri hiburan Korea
Boikot Akibat Isu Kemanusiaan (2024-2025):
Sebelumnya, tagar boikot juga muncul secara konsisten sejak 2024 terhadap artis atau agensi yang dinilai mendukung produk atau entitas yang terkait dengan Israel, seperti kolaborasi dengan Starbucks (contoh: NCT) atau berpartisipasi dalam acara yang dianggap artwashing genosida (contoh: K-Pop World Festival)
Analis komunikasi politik menilai bahwa konflik digital ini, jika terus berlanjut, dapat berdampak pada citra Korea Selatan di Asia Tenggara dan memengaruhi pasar utama K-Pop di wilayah ini.
Situasi ini menunjukkan pergeseran di mana penggemar K-Pop semakin aktif menggunakan kekuatan media sosial untuk menuntut tanggung jawab sosial dan etika, baik terkait isu kemanusiaan maupun rasisme.