Safari Ramadan Berujung ‘Audit Terbuka’ APBD Kabupaten Bekasi

Safari Ramadan Berujung ‘Audit Terbuka’ APBD Kabupaten Bekasi

Safari Ramadan Berujung ‘Audit Terbuka’ APBD Kabupaten Bekasi.--karawangbekasi.disway.id

KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyinggung berbagai persoalan pembangunan dan sosial dalam kegiatan safari Ramadan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang digelar di Lapangan Den Sakti, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Sabtu (21/2/2026).

 

Dalam penyampaiannya, Dedi Mulyadi menyoroti berbagai persoalan di Kabupaten Bekasi diantaranya proyek pengerukan sungai, tata ruang yang dinilai semrawut, peran keluarga dalam mencegah kenakalan remaja hingga APBD Kabupaten Bekasi.

 

“Kalau proyek jalan ketahuan. Ngeruk sungai, emang lo mau turun? Berapa nih ngeruk sungainya? Panjang 3 kilometer, kedalaman 5 kilometer. Gimana ukurnya? Lo nyemplung aja,” ujar Dedi Mulyadi dalam sambutannya dikutip Cikarang Ekspres, Minggu (22/2).

 

Ia menyebut praktik alih fungsi lahan menjadi salah satu penyebab banjir berulang. Sawah diuruk untuk perumahan, setu ditimbun, hingga kawasan resapan yang berubah fungsi dengan izin tata ruang.

“Rawak diuruk setu, diuruk setu, bikin rumah. Tata ruangnya diizinkan, pemerintahnya ngizinkan. Giliran banjir, Pak Dedi,” katanya.

 

Menurut Dedi, ketika sungai hendak dinormalisasi, sering muncul penolakan karena lahan bantaran sudah dikuasai.

 

“Banjir, kagak mau sungainya dinormalisasi. Banjir, kagak mau hutan ditebangin. Hutan berubah jadi pemukiman. Ya pasti banjir takdirnya,” tegasnya.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: