Perang Sarung di Bekasi Berujung Tawuran Senjata Tajam
Tawuran remaja di Bekasi bermula dari perang sarung dan berujung penggunaan senjata tajam, memicu keresahan warga dan sorotan pengawasan orang tua.--
Kota Bekasi, Disway.id - Insiden tawuran yang bermula dari tradisi “perang sarung” terjadi di wilayah Kota Bekasi pada Jumat malam. Aksi sekelompok remaja tersebut berubah ricuh dan berujung penggunaan senjata tajam, membuat warga sekitar panik serta khawatir akan keselamatan lingkungan. Peristiwa ini kembali memantik kekhawatiran soal maraknya kenakalan remaja di ruang publik.
Menurut keterangan warga, keributan bermula dari saling ejek antar kelompok yang kemudian memicu kejar-kejaran. Situasi memanas ketika sebagian pelaku mengeluarkan benda tajam, sehingga orang tua dan pengguna jalan terpaksa menyingkir demi menghindari risiko. Lokasi kejadian dilaporkan berada di sekitar depan SD Pusaka Rakyat hingga ruas Jalan Raya Cikarang–Sukatani.
Aparat setempat bergerak cepat membubarkan kerumunan dan mengamankan situasi. Pihak Polres Metro Bekasi Kota menyatakan tengah mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri identitas para pelaku. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat potensi bentrokan serupa agar dapat dicegah sejak dini.
BACA JUGA:Memprihatinkan! Banyak Jalan Rusak dan Berlubang di Bekasi, Ancam Keselamatan Pemudik
Warga menilai fenomena “perang sarung” yang semula dianggap permainan musiman kini kerap disalahgunakan menjadi ajang tawuran. Sejumlah orang tua mengaku resah karena kejadian berlangsung pada malam hari, ketika pengawasan keluarga cenderung longgar. Mereka berharap ada patroli rutin di titik-titik rawan serta kegiatan positif bagi remaja agar tidak terlibat aksi berbahaya.
Pakar sosial menekankan pentingnya pendekatan pencegahan berbasis komunitas. Sekolah, tokoh masyarakat, dan pengurus lingkungan diminta aktif mengedukasi remaja tentang konsekuensi hukum dan risiko keselamatan dari tawuran. Program olahraga malam, ruang kreatif pemuda, hingga jam malam berbasis kesepakatan warga dinilai bisa membantu menekan potensi konflik.
Ke depan, pemerintah daerah bersama aparat keamanan berencana memperkuat koordinasi dengan RT/RW dan pihak sekolah untuk memetakan wilayah rawan. Selain penegakan hukum, pendekatan persuasif kepada keluarga pelaku juga akan diutamakan agar kejadian serupa tidak terulang. Warga berharap langkah-langkah ini segera terasa dampaknya, demi mengembalikan rasa aman di lingkungan Bekasi.***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: