Sepekan Ramadan, Perang Sarung Berujung Tawuran Resahkan Warga Bekasi

Sepekan Ramadan, Perang Sarung Berujung Tawuran Resahkan Warga Bekasi

Aksi perang sarung yang berujung tawuran antar remaja mulai marak terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi.--karawangbekasi.disway.id

KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID - Memasuki hampir sepekan bulan suci Ramadan, aksi perang sarung yang berujung tawuran antar remaja mulai marak terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi. Fenomena yang semula dianggap sebagai tradisi permainan saat Ramadan ini justru berubah menjadi aksi anarkis dan meresahkan warga.

 

Berdasarkan penelusuran Cikarang Ekspres, perang sarung antar kelompok remaja ini menjadi pemicu terjadinya tawuran dan viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa diawali pada saat hari pertama puasa di Perumahan Papan Mas, Kecamatan Tambun Selatan.

 

Aksi antar dua kelompok remaja pada Kamis (19/2) sekitar pukul 01.00 Wib. Para remaja yang mulanya menggunakan sarung sebagai senjata bertempur, tiba-tiba berubah menggunakan balok kayu dan petasan. Beruntung tak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Namun sebuah rolling door ruko milik warga rusak akibat aksi tawuran antar dua kelompom remaja tersebut.

 

Peristiwa perang sarung berujung tawuran kedua juga terjadi di Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya pada Sabtu (21/2). Suasana malam yang seharusnya diisi dengan kegiatan keagamaan saat puasa Ramadan ini ternodai dengan ulah gerombolan remaja yang tawuran di permukiman warga. Dalam rekaman video yang beredar, puluhan remaja tersebut tak hanya menggunakan sarung untuk memukul lawannya, tetapi juga menggunakan bambu panjang.

 

Maraknya aksi "perang sarung" yang terjadi di wilayah Tarumajaya hingga Cikarang Utara dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius dari aparat kepolisian. Guna mencegah jatuhnya korban jiwa dan menjaga kondusivitas wilayah, Polres Metro Bekasi mulai memperketat pengamanan dan menggandeng berbagai elemen masyarakat.

 

Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, menegaskan pihaknya telah menginstruksikan jajaran di tingkat Polsek untuk melakukan langkah preventif secara masif. Selain patroli rutin, edukasi kepada masyarakat menjadi kunci utama dalam meredam fenomena ini.

 

“Pencegahannya kami tentunya melakukan edukasi dan motivasi. Layanan Call Center 110 juga terus kami sosialisasikan agar apabila masyarakat melihat atau mengetahui kejadian, segera telepon hubungi kami,” ujar Sumarni, Selasa (24/2).

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: