Kesaksian Para Mahasiswa Bekasi Soal di Dalam Negeri Iran, Kondisinya Tetap Normal
Mahasiswa Bekasi dipulangkan dari Iran.-kbe-kbe
KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID- Muhammad Jawad (26), mahasiswa asal Indonesia yang menempuh pendidikan di Iran, akhirnya kembali ke tanah air setelah dievakuasi pemerintah bersama puluhan Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya di tengah konflik di negara tersebut.
Jawad bersama istrinya, Zainab Alkubro (26), tiba di Indonesia pada Selasa (10/3/2026) sore bersama 32 WNI lainnya yang dievakuasi dari Iran.
Mahasiswa yang berdomisili di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi ini mengaku sebenarnya sudah berencana pulang ke Indonesia sejak awal Maret. Namun rencana tersebut tertunda karena jalur penerbangan ditutup akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
BACA JUGA:Tragedi Longsor Sampah Bantar Gebang Disorot DPR, Sistem Pengelolaan Sampah Diminta Dibenahi
“Sebetulnya saya ikut evakuasi bukan karena takut. Saya dan istri memang sudah berencana pulang tanggal 3 Maret, tapi penerbangannya dibatalkan karena jalur udara ditutup,” kata Jawad.
Setelah mendapat informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran terkait rencana evakuasi WNI, ia bersama istrinya langsung mendaftar melalui formulir yang disediakan.
“Alhamdulillah akhirnya kami bisa kembali ke tanah air melalui proses evakuasi,” ujarnya.
BACA JUGA:Kode Redeem Terbaru Fantasy World: DigiWar Maret 2026 Lengkap Cara Klaim, Lumayan Buat Gacha!
Jawad diketahui menempuh pendidikan di Al Mustafa International University di Kota Mashhad sejak 2017 dengan mengambil program S1 jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Studi sarjananya telah selesai dan saat ini ia tengah menunggu proses pendaftaran untuk melanjutkan ke jenjang S2.
Ia juga menceritakan bahwa selama konflik berlangsung, kondisi di kota tempat tinggalnya relatif normal. Mashhad berada cukup jauh dari Teheran yang menjadi salah satu sasaran serangan.
“Selama di sana suasananya normal saja. Bahkan masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa,” katanya.
BACA JUGA:Momentum Supersemar, 104 RT dan 27 RW di Desa Karangraharja Dilantik
Menurutnya, suasana sempat terlihat lebih sepi setelah pemerintah Iran menetapkan libur nasional selama tujuh hari masa berkabung atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Meski begitu, masyarakat tetap bisa beraktivitas di luar rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: