Kebakaran dan Ledakan SPBE Cimuning Bekasi, 22 Orang Jadi Korban
Kebakaran dan ledakan SPBE Cimuning Bekasi sebabkan 22 korban. Petugas masih lakukan evakuasi dan penyelidikan penyebab kejadian.--
Kota Bekasi, Disway.id - Peristiwa kebakaran dan ledakan hebat terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Elpiji (SPBE) Cimuning, Kota Bekasi, yang mengakibatkan puluhan korban. Hingga saat ini, jumlah korban dilaporkan mencapai 22 orang, dengan beberapa di antaranya meninggal dunia dan lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.
Insiden tersebut terjadi pada waktu aktivitas masih berlangsung di lokasi, sehingga sejumlah pekerja dan warga sekitar turut terdampak. Ledakan yang cukup kuat sempat menimbulkan kepanikan warga, bahkan api terlihat membesar dan menjalar ke area sekitar dalam waktu singkat.
Petugas pemadam kebakaran Kota Bekasi langsung dikerahkan ke lokasi kejadian sesaat setelah menerima laporan. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena besarnya api serta adanya material yang mudah terbakar di area SPBE. Petugas juga harus bekerja ekstra hati-hati untuk mencegah potensi ledakan susulan.
BACA JUGA:Motor Berlawanan Arah Tabrakan di Cikarang–Cibarusah, Begini Kondisi Korban
Selain melakukan pemadaman, petugas gabungan juga melakukan evakuasi terhadap para korban. Sejumlah korban luka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, korban meninggal dunia telah dievakuasi untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Hingga kini, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran dan ledakan tersebut. Dugaan sementara mengarah pada adanya kebocoran gas, namun hal ini masih dalam tahap pendalaman oleh tim investigasi.
Pemerintah daerah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta tidak mendekati lokasi kejadian demi keselamatan. Selain itu, evaluasi terhadap sistem keamanan di fasilitas penyimpanan dan distribusi bahan bakar juga akan dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: