Asprov PSSI Jabar Dinilai Arogan, Kota-Kabupaten Mulai Teriak

Asprov PSSI Jabar Dinilai Arogan, Kota-Kabupaten Mulai Teriak

Sejumlah pengurus Askab PSSI kabupaten-kota di Jawa Barat mulai merasa tidak nyaman dengan gaya kepemimpinan Plt Sekretaris Asprov PSSI Jabar, M Jaelani Saputra yang dinilai arogan.--karawangbekasi.disway.id

KOTA BOGOR, KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID - Sejumlah pengurus Askab PSSI kabupaten-kota di Jawa Barat mulai merasa tidak nyaman dengan gaya kepemimpinan Plt Sekretaris Asprov PSSI Jabar, M Jaelani Saputra yang dinilai arogan. Salah satu yang mulai berani bersuara adalah para pengurus PSSI di Kota Bogor. Hanya lantaran satu dua kali tidak mengikuti undangan, terakhir undangan halalbihalal, pengurus PSSI Kota Bogor mengaku mendapat informasi ancaman mencopot kepengurus inti PSSI Kota Bogor.

 

"Menurut kami tidak patut Pak Plt Sekretaris Jabar ke sana-sini mengancam akan mem-plt-kan pengurus askab-askot. Dan saya dengan bukan cuma Bogor yang diperlakukan begini," kata Sekretaris Askot PSSI Bogor, Derio Alfianda.

 

Padahal, kata Derio, selama ini Askot PSSI Bogor sudah menjalankan semua program kerja termasuk program-program Asprov PSSI Jabat yang harus berjalan di kabupaten-kota. Menurutnya, Jealani lebih baok fokus konsolidasi memperbaiki hubungan dengan kabupaten-kota, bukan terkesan memposisikan sosok yang harus ditakuti oleh askab-askot se-Jawa Barat.

 

"Apalagi saya mendengar yang bersangkutan juga ditugaskan oleh PSSI pusat pegang dua daerah lain selain Jawa Barat, jika memang tidak bisa membuat kondusif lebih baik fokus di dua daerah lain saja yang bukan Jawa Barat," katanya.

 

Ia juga menambahkan, belum lama ini ada program lisensi D untuk pelatih. Yang dijalankan tanpa disosialisasikan terlebih dahulu ke Askot PSSI Bogor. Namun tiba-tiba, ada sejumlah pelatih yang datang ke PSSI Kota Bogor mempertanyakan program tersebut, sehingga membuat situasi di daerah tidak kondusif lantaran Askot PSSI Kota Bogor dituduh menutupi program tersebut.

 

"Ini yang bagi kami tidak bisa membuat kondusif. Ada sebuah program. Tapi yang bersangkutan langsung by pass menginformasikan ke jaringan pelatih di bawah tanpa terlebih dahulu mensosialisasikan ke kami secara matang. Justru pelatih yang mau ikut lisensi lebih dulu tahu ketimbang kami, sehingga kami yang akhirnya dituduh menutup-nutupi program. Padahal kami memang belum tahu," katanya.

 

Hal yang lebih memantik emosi terjadi di Karawang. Tiba-tiba para pengurus PSSI Karawang dinonaktifkan. Dan Jaelani sendiri kini menjadi Plt Ketua PSSI Karawang. Sebanyak 35 klub anggota menyatakan keberatan dan menilai keputusan tersebut dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan mereka sebagai pemilik suara organisasi.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: