Hasil FLS3N Tari Karawang Dipertanyakan, Juri Diduga Tak Netral
Hasil FLS3N Tari Karawang Dipertanyakan, Juri Diduga Tak Netral--KBEDISWAY
KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID — Pelaksanaan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) SD tingkat Kabupaten Karawang cabang tari yang digelar di Lawasan Caraka, Kecamatan Tempuran, Selasa (14/4/2026), menuai sorotan. Sejumlah peserta melayangkan keberatan atas hasil penilaian dewan juri yang dinilai tidak objektif dan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Sumber anonim yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, keberatan muncul setelah melihat hasil keputusan dewan juri yang menetapkan juara dari beberapa kecamatan, di antaranya Nagasari 6 sebagai juara 1, Sukaratu Cilebar juara 2, Sarimulya 2 juara 3, Dengklok juara 4, Sirnabaya juara 5, dan Bengle 1 juara 6.
Menurutnya, terdapat indikasi kedekatan antara salah satu juri dengan peserta. “Diketahui ada salah satu dewan juri yang berprofesi sebagai guru di salah satu kecamatan di Karawang, dan pesertanya berasal dari kecamatan yang sama, lalu masuk dalam jajaran juara. Ini terlihat dari profil juri dan hasil kejuaraan,” ujarnya.
Tak hanya itu, persoalan juga disorot sejak tahap technical meeting. Salah satu juri disebut memaparkan bahwa karya tari yang dilombakan harus mengandung unsur jaipong seperti mencug dan sirig.
Padahal sudah tertulis dengan jelas pada juknis, tujuan FLS3N ini untuk mengenalkan seni tari dalam bentuk tari kreasi baru dengan sub tema “Keberagaman dalam Persatuan”
“Seharusnya tidak ada batasan konsep yang terlalu spesifik. Tapi yang terjadi justru mengarah ke selera juri yang cenderung pada bentuk rampak pasanggiri jaipong,” kata sumber tersebut.
Bahkan menurut pengakuan dari juri, seluruh nilai peserta langsung diambil oleh panitia. Salah satu juri pun mengakui tidak adanya forum diskusi atau sidang akhir dewan juri sebelum penentuan juara. Artinya, seluruh nilai peserta diakumulasikan oleh panitia bukan oleh juri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: