Kekurangan Tenaga Kesehatan di Puskesmas Bekasi

Kekurangan Tenaga Kesehatan di Puskesmas Bekasi

Kekurangan tenaga kesehatan di puskesmas Bekasi menyebabkan antrean panjang dan pelayanan terganggu, pemerintah siapkan solusi cepat.--

Kota Bekasi, Disway.id - Kota Bekasi tengah menghadapi persoalan serius dalam sektor pelayanan kesehatan, khususnya di tingkat puskesmas. Dinas kesehatan setempat mengungkapkan bahwa sejumlah puskesmas saat ini mengalami kekurangan tenaga kesehatan, yang berdampak langsung pada kualitas layanan kepada masyarakat.

Kondisi ini dipicu oleh banyaknya tenaga medis yang memasuki masa pensiun dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, proses rekrutmen tenaga baru belum mampu mengimbangi jumlah kebutuhan di lapangan, sehingga terjadi ketimpangan antara jumlah tenaga medis dan jumlah pasien yang dilayani.

Idealnya, satu puskesmas di Kota Bekasi memiliki sekitar 40 tenaga kesehatan untuk menunjang pelayanan yang optimal. Namun, pada kenyataannya, rata-rata puskesmas saat ini hanya memiliki sekitar 20 tenaga medis aktif. Hal ini membuat beban kerja tenaga kesehatan meningkat secara signifikan.

BACA JUGA:PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas dengan standar HSSE Ketat

Akibat kekurangan tersebut, waktu tunggu pasien menjadi lebih lama dan pelayanan kurang maksimal, terutama pada jam-jam sibuk. Beberapa warga bahkan mengeluhkan antrean panjang serta keterbatasan layanan yang tersedia di fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut.

Pemerintah Kota Bekasi melalui dinas terkait terus berupaya mencari solusi atas permasalahan ini. Salah satunya adalah dengan melakukan redistribusi tenaga kesehatan antar puskesmas serta mengoptimalkan peran tenaga honorer dan tenaga kontrak.

Selain itu, pemerintah juga mendorong adanya kebijakan penambahan formasi tenaga kesehatan melalui jalur resmi, baik itu melalui seleksi ASN maupun program tenaga kesehatan lainnya. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Kota Bekasi ke depannya.

Dengan adanya perhatian serius dari pemerintah, diharapkan permasalahan kekurangan tenaga kesehatan ini dapat segera teratasi. Masyarakat pun diharapkan tetap bersabar dan memahami kondisi yang sedang terjadi, sembari menunggu perbaikan layanan yang lebih optimal.***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: