Wabah Campak Muncul Lagi, Seberapa Menular dan Apa Saja Gejalanya?
Kasus campak kembali meningkat, dengan penularan yang sangat cepat melalui udara dan berisiko tinggi pada kelompok rentan. --
KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID — Penyakit campak kembali jadi sorotan setelah sejumlah kasus dilaporkan meningkat, khususnya di Amerika Serikat.
Padahal, penyakit ini sempat dinyatakan “hilang” sejak tahun 2000. Namun kini, tren justru berbalik.
Hingga April 2026, ratusan kasus campak dilaporkan muncul kembali. Menariknya, sebagian besar kasus terjadi pada mereka yang belum mendapatkan vaksin.
“Penyebab utama di balik wabah campak adalah terlalu sedikit orang yang divaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok,” ujar seorang ahli kesehatan dikutip dari The Guardian Kamis, (7/5/2026)
BACA JUGA:Harga Kebutuhan Pokok di Jawa Barat Mulai Naik
Campak sendiri bukan penyakit biasa. Ini merupakan salah satu virus paling menular di dunia.
Virus campak menyebar melalui udara dari batuk, bersin, bahkan napas penderita.
Partikel virus bisa bertahan di udara hingga dua jam. Artinya, seseorang bisa tertular tanpa harus kontak langsung.
“Bahkan tanpa kontak dekat, seseorang tetap bisa terinfeksi,” jelas ahli kesehatan.
BACA JUGA:Pemprov Jabar Dorong Inovasi Digital untuk Pelayanan Publik
Data menunjukkan, hingga 90% orang yang tidak memiliki kekebalan bisa tertular jika terpapar virus ini.
Di awal, campak sering disalahartikan sebagai flu biasa.
Gejala awalnya meliputi:
Demam tinggi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: