Bekasi Bangun Budaya Membaca

Bekasi Bangun Budaya Membaca

Bekasi Bangun Budaya Membaca.--karawangbekasi.disway.id

KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi terus berupaya meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat. Salah satunya dengan mengoptimalkan layanan Perpustakaan Daerah (Perpusda) sebagai pusat belajar dan membaca bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Langkah tersebut dinilai penting karena tingkat kegemaran membaca dan indeks literasi masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda, masih tergolong rendah berdasarkan data Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Bekasi.

 

Menyikapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi, Agung Mulya menegaskan pentingnya membangun kedekatan masyarakat dengan buku sejak dini. Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan mulai membaca buku-buku bertema kewilayahan guna membangun rasa kepemilikan dan cinta terhadap daerah.

 

"Kami sangat berharap masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya para pemuda dan pelajar, bisa lebih aktif memanfaatkan fasilitas Perpustakaan Daerah. Budaya membaca ini harus kita pupuk kembali, salah satunya bisa dimulai dengan mengenali lingkungan kita sendiri melalui buku-buku sejarah lokal," ujar Agung Mulya di Cikarang Pusat, Rabu (1/7).

 

Secara khusus, Agung memberikan atensi pada buku "Sejarah Bekasi" karya Endra Kusnawan. Buku ini menjadi salahsatu dari sekian banyak koleksi literatur unggulan yang tersimpan rapi di rak Perpusda Kabupaten Bekasi dan siap diakses oleh publik. Menurutnya, buku sejarah lokal memiliki daya tarik tersendiri karena mengupas tuntas rekam jejak, asal-usul, dan perjalanan panjang wilayah Bekasi dari masa ke masa.

 

"Dengan membaca buku seperti karya Endra Kusnawan ini, kita jadi lebih mengenal, memahami, dan tahu betul bagaimana sejarah serta perkembangan Kabupaten Bekasi hingga bisa maju seperti sekarang. Ini bukan sekadar membaca, tapi juga cara kita menghargai warisan leluhur dan identitas daerah," tambahnya.

 

Bukan hanya terpaku pada buku sejarah, novel, buku pendidikan, sains, sastra, lanjut Agung, juga dapat menjadi langkah awal masyarakat untuk kembali meningkatkan literasi. Melalui integrasi antara ketersediaan buku yang berkualitas dan dorongan dari para pejabat publik, Agung optimis indeks literasi di bumi Swatantra Wibawa Mukti ini akan merangkak naik secara signifikan pada tahun ini. (Iky)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: