Aksi Demo Lanjutan PT Epson Diperluas ke Kedubes Jepang dan Jerman
--
KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID, CIKARANG – Aksi demo buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (FSPGI), terus berlanjut.
Kali ini, unjuk rasa PT Indonesia Epson Industry (IEI) yang digelar pada Kamis, 9 Juli 2026 meluas ke Ibukota Jakarta, yakni Kantor Pemasaran Perusahaan Epson, Kedutaan Besar Jepang, dan Kedutaan Besar Jerman.
Hal itu diungkapkan langsung Presiden DPP FSPGI, Abdul Bais resmi konferensi persnya di Kantor DPP FSPGI, Cakung, Jakarta Timur, Rabu, 8 Juli 2026.
Kata dia, pihaknya tidak akan menempuh jalan damai sebelum hak-hak pekerja dipenuhi dan pelanggaran industrial dihentikan.
Sebagaimana diketahui laporan terkait dugaan ‘Union Busting’ atau Pemberangusan Serikat Pekerja telah dilayangkan dan resmi terdaftar di Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/3446/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA pada 13 Mei 2026.
Abdul Bais mengungkapkan sejauh ini laporan tersebut diketahui telah berproses bahwa sejumlah pejabat perusahaan epson telah dipanggil oleh penyidik unit desk ketenagakerjaan Polda Metro Jaya. Namun, kata dia pimpinan tertinggi perusahaan dinilai tidak kooperatif karena tidak memenuhi panggilan dengan alasan sakit.
“Padahal dalam pertemuan sebelum membuat laporan, pimpinan tertinggi perusahaan sempat menyatakan negara ini adalah negara hukum, maka diselesaikan secara hukum. Tapi ketika kami laporkan dia justru tidak hadir,” ungkap Abdul Bais dalam keterangan
Sambungnya menurut Abdul Bais, unsur dugaan ‘Union Busting’ sudah sangat jelas, yakni melalui tindakan penutupan sekretariat serikat, penghentian pemotongan iuran anggota melalui sistem payroll, hingga ajakan kepada anggota untuk keluar dari serikat pekerja.
“Kami menilai unsur dugaan union busting sudah terpenuhi. Karena itu kami meminta proses hukum berjalan tanpa ada hambatan,” tegasnya.
Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Pabrik PT Epson Indonesia, Cikarang pada 1 hingga 3 Juli 2026 lalu merupakan langkah puncak dari kekecewaan buruh FSPGI setelah berbagai upaya musyawarah mufakat mengalami kebuntuan.
Tak hanya itu Abdul Bais juga menyoroti sikap perusahaan yang dinilai tidak kooperatif, terutama terkait pembatalan kunjungan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Alfiansyah Noor.
“Dalam aksi kita tanggal 1 sampai 3 Juli 2026 lalu ya, kenapa kita lakukan? Itu adalah bentuk protes, bentuk protes terhadap penolakan Wamen datang ke Epson,” ujar dia.
“Wamen yang sudah berencana jauh-jauh hari ditolak gitu. Ini mungkin sudah diduga ada keterlibatan seorang inisial ‘SI’, ya, dalam permasalahan ini. Ini sangat mengecewakan kita,” tambahnya.
Abdul Bais kembali menyoroti terkait kontradiksi antara pernyataan manajemen yang mengklaim ingin menempuh jalur hukum, namun di sisi lain justru menghambat proses penyidikan kepolisian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: