Full Sturgeon Moon Akan Hiasi Langit Agustus 2026, Puncaknya 28 Agustus

Full Sturgeon Moon Akan Hiasi Langit Agustus 2026, Puncaknya 28 Agustus

Full Sturgeon Moon Akan Hiasi Langit Agustus 2026, Puncaknya 28 Agustus--

JAKARTA, Disway.id — Fenomena alam akan kembali menghiasi langit pada Agustus 2026. Salah satunya adalah Full Sturgeon Moon atau Bulan Purnama Sturgeon yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Jumat, 28 Agustus 2026.

 

Bulan Purnama Sturgeon tahun ini mencapai puncak sekitar pukul 14.18 WIB. Karena fase purnama berlangsung pada siang hari, masyarakat tidak dapat menyaksikan momen puncaknya secara langsung. Meski demikian, cahaya bulan tetap dapat dinikmati ketika senja hingga malam hari.

 

Sturgeon Moon merupakan sebutan tradisional untuk bulan purnama yang terjadi pada Agustus. Nama tersebut tidak berkaitan dengan bentuk Bulan, melainkan merujuk pada kemunculan ikan sturgeon di perairan dangkal pada periode tertentu.

BACA JUGA:DPRD Jabar Masih Jaring Aspirasi Terkait Wacana SPP SMA/SMK

Ikan sturgeon dikenal sebagai salah satu jenis ikan yang menghasilkan kaviar. Kemunculannya di perairan dangkal menjadi fenomena yang memiliki arti penting bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan danau-danau besar di Amerika Utara.

 

Penamaan Sturgeon Moon berkaitan dengan tradisi suku Algonquin, masyarakat asli Amerika Utara. Mereka menggunakan perubahan alam dan siklus Bulan sebagai penanda waktu, termasuk untuk mengetahui periode kemunculan ikan sturgeon.

Ikan-ikan sturgeon diketahui muncul di perairan yang lebih dangkal pada waktu tertentu dalam setahun. Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan.

 

Karena kemunculan sturgeon bertepatan dengan periode bulan purnama pada Agustus, masyarakat Algonquin kemudian menyebutnya sebagai Sturgeon Moon. Tradisi tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat pada masa lalu menghubungkan fenomena langit dengan perubahan alam di lingkungan mereka.

Secara astronomis, bulan purnama terjadi ketika Bulan berada pada posisi berlawanan dengan Matahari jika dilihat dari Bumi. Pada fase tersebut, bagian Bulan yang menghadap Bumi mendapatkan cahaya Matahari secara penuh sehingga tampak bulat dan terang di langit.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: