HUT RI Kabupaten Bekasi 2026

Kenapa Double Cleansing Penting, Meski Tidak Pakai Makeup Tebal? Ini Penyebabnya!

Kenapa Double Cleansing Penting, Meski Tidak Pakai Makeup Tebal? Ini Penyebabnya!

Double cleansing tetap penting meski tanpa makeup tebal-KBE-KBE

 

KARAWANGBEKASIDISWAY.ID - Coba deh jawab jujur sekarang ya, seberapa sering sih kamu langsung cuci muka pakai sabun setelah beraktivitas seharian, tanpa tahap pembersihan lain sebelumnya? Kalau jawabannya "selalu", kemungkinan besar kulitmu selama ini belum benar-benar bersih, meski terasa sudah bersih.

Banyak yang mengira Double cleansing hanya diperlukan bagi mereka yang memakai makeup  tebal, seperti foundation, concealer, atau produk full coverage lainnya. Padahal, meski tidak memakai riasan sama sekali, kulit tetap membutuhkan metode pembersihan ganda ini. Kenapa bisa begitu? Yuk, kita bahas satu per satu.

Apa Itu Double cleansing?

Double cleansing ialah metode membersihkan wajah dengan dua tahap berurutan: dimulai dari pembersih berbasis minyak (oil-based cleanser), kemudian dilanjutkan dengan pembersih berbasis air (water-based cleanser), seperti facial wash pada umumnya.

 BACA JUGA:Cari Tempat Ngopi Malam dan Nugas yang Beda di Karawang? Coffee Street Ini Bisa Jadi Jawabannya!

Konsepnya sederhana: minyak mengikat minyak. Tahap pertama menggunakan cleansing oil atau balm bertugas mengangkat kotoran yang bersifat larut minyak, seperti sisa makeup , sunscreen , dan sebum berlebih. Setelah itu, tahap kedua dengan facial wash membersihkan sisa kotoran yang bersifat larut air, seperti debu, keringat, dan residu polusi.

Kenapa Tetap Perlu Meski Tidak Pakai Makeup ?

Ini bagian yang paling sering disalahpahami. Anggapan bahwa Double cleansing hanya untuk pengguna makeup  sebenarnya kurang tepat, karena ada beberapa hal yang tetap menempel di kulit meski wajah terlihat "polos" tanpa riasan sama sekali.

1. Sunscreen  Tetap Butuh Pembersih Berbasis Minyak

Meski tidak pakai makeup , kebanyakan orang tetap memakai sunscreen  setiap hari, dan itu sudah tepat. Masalahnya, banyak formula sunscreen , terutama yang bersifat water-resistant, dirancang agar tidak mudah luntur oleh air atau keringat. Artinya, semakin tahan lama sunscreen  menempel di kulit, semakin sulit pula dibersihkan hanya dengan facial wash biasa.

 BACA JUGA:Dalami Kasus Korupsi PT Toba Pulp Lestari, Kejagung Periksa Lima Anak Buah Raja Juli Antoni

2. Sebum dan Minyak Alami Kulit Menumpuk Sepanjang Hari

Kulit wajah secara alami memproduksi sebum, terutama di area yang cenderung berminyak seperti dahi, hidung, dan dagu. Sepanjang hari, sebum ini bercampur dengan debu dan polusi di udara, membentuk lapisan yang tidak selalu larut sempurna hanya dengan sabun berbasis air.

3. Polusi dan Partikel Udara Menempel Tanpa Disadari

Paparan udara luar, terutama di kawasan perkotaan, membawa partikel halus yang menempel di permukaan kulit sepanjang hari. Partikel ini bersifat lipofilik atau lebih mudah larut dalam minyak dibanding air, sehingga pembersih berbasis minyak lebih efektif mengangkatnya secara menyeluruh.

4. Residu Skincare Sebelumnya Juga Perlu Diangkat

Produk skincare seperti pelembap, sunscreen , atau serum yang dipakai di pagi hari juga meninggalkan residu yang menumpuk seiring waktu. Tanpa pembersihan menyeluruh, residu ini berisiko bercampur dengan kotoran lain dan menyumbat pori-pori.

 BACA JUGA:Kebakaran Hebat di Kawasan Pabrik Cikopo Selama 12 jam, Armada Damkar Karawang hingga Subang Diterjunkan

Apa yang Terjadi Jika Kulit Tidak Dibersihkan Secara Menyeluruh?

Ketika kotoran, sisa sunscreen , dan sebum tidak terangkat sempurna, pori-pori berisiko tersumbat dari waktu ke waktu. Kondisi ini dapat memicu berbagai masalah kulit, seperti komedo, jerawat, kulit kusam, hingga tekstur yang terasa tidak rata. Bahkan pada kulit yang terlihat sehat sekalipun, penumpukan residu dalam jangka panjang tetap berisiko memengaruhi kondisi kulit secara keseluruhan.

Selain itu, produk skincare yang digunakan setelahnya, seperti serum atau pelembap, juga tidak akan bekerja maksimal jika diaplikasikan di atas kulit yang belum benar-benar bersih. Lapisan sisa kotoran dapat menghalangi penyerapan bahan aktif ke dalam kulit.

Kapan Double cleansing Sebaiknya Dilakukan?

Double cleansing umumnya direkomendasikan dilakukan pada malam hari, setelah beraktivitas seharian dan sebelum tidur, karena inilah waktu ketika kulit paling banyak terpapar sunscreen ,sebum, dan polusi. Untuk pembersihan di pagi hari, umumnya cukup menggunakan facial wash saja, kecuali jika kulit terasa berminyak berlebih saat bangun tidur.

 BACA JUGA:2.221 Kursi BPD Diperebutkan, Desa Pucung Karawang Punya 10 Calon Perempuan

Tips Melakukan Double cleansing dengan Benar

Agar hasilnya maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan Double cleansing:

  • Pilih cleansing oil atau balm sesuai jenis kulit. Untuk kulit berminyak, tekstur yang lebih ringan seperti cleansing oil bisa jadi pilihan. Untuk kulit kering, cleansing balm dengan tekstur lebih kaya bisa membantu menjaga kelembapan.
  • Pijat wajah dengan lembut saat tahap pertama. Gunakan gerakan memutar ringan selama sekitar satu menit untuk membantu mengangkat kotoran secara maksimal, tanpa perlu menggosok terlalu keras.
  • Bilas dengan air hangat suam-suam kuku. Air yang terlalu panas berisiko membuat kulit kering, sementara air dingin kurang efektif mengangkat sisa minyak.
  • Lanjutkan dengan facial wash yang lembut. Pilih formula yang tidak membuat kulit terasa tertarik atau kesat berlebihan setelah dibilas.
  • Jangan lewatkan area yang sering terlupakan, seperti garis rambut, sekitar hidung, dan rahang, karena area ini rentan menyimpan residu sunscreen  atau sebum.

 BACA JUGA:Paling Efisien, Anggaran Pilkades Serentak Digital Karawang Hanya Rp 6,7 Miliar

Double cleansing bukan sekadar tren skincare atau langkah tambahan yang hanya diperlukan saat memakai makeup  tebal. Selama masih menggunakan sunscreen  dan beraktivitas di luar ruangan, kulit tetap terpapar berbagai jenis kotoran yang tidak selalu bisa diangkat hanya dengan satu kali pembersihan. Dengan memahami alasan di baliknya, metode ini bisa menjadi bagian rutin dalam merawat kulit, bukan sekadar langkah tambahan yang terkesan merepotkan. (RSA)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: kbe