Hujan Tututan DPRD Purwakarta Memanas, Ini Ultimatum Mahasiswa
Aksi demo mahasiswa dengan segudang tuntutan ke DPRD Kabupaten Purwakarta memanas-Dokumentasi Karawang Bekasi Disway-
KARAWANG BEKASI DISWAY.ID, PURWAKARTA – Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Purwakarta bersama sejumlah elemen masyarakat di depan Gedung DPRD Purwakarta, Selasa (8/9/2026), berlangsung dengan tensi tinggi. Massa membakar ban bekas sebagai simbol protes terhadap kinerja DPRD Purwakarta.
Aksi tersebut sempat memicu ketegangan setelah aparat kepolisian memadamkan api. Peserta aksi yang terpancing emosi kemudian terlibat adu argumen dengan petugas. Namun, situasi akhirnya berhasil diredam sehingga demonstrasi kembali berlangsung tertib.
Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa Purwakarta, Muhamad Jalaludin, mengatakan aksi tersebut digelar untuk mendesak DPRD agar lebih maksimal menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah daerah.
Menurut dia, DPRD harus lebih proaktif, tajam, dan independen dalam mengawasi jalannya pemerintahan serta penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kami ingin memastikan setiap rupiah uang rakyat yang digunakan benarbenar memberikan manfaat yang jelas dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Jalaludin.
Selain persoalan pengawasan anggaran, mahasiswa juga menyoroti keterbukaan informasi publik. Mereka meminta DPRD membuka informasi terkait penggunaan anggaran, perjalanan dinas, dana reses, hingga berbagai fasilitas yang melekat pada anggota dewan.
Mahasiswa juga meminta DPRD memiliki mekanisme tindak lanjut yang jelas terhadap aspirasi mahasiswa maupun berbagai keluhan masyarakat yang telah disampaikan kepada para wakil rakyat. Sorotan turut diarahkan kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD Purwakarta.
Mahasiswa mendesak lembaga tersebut bertindak tegas terhadap dugaan pelanggaran etik anggota dewan, termasuk persoalan ketidakhadiran dalam rapat paripurna maupun rapat alat kelengkapan dewan (AKD).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga mengecam gaya hidup hedonis dan perilaku hura-hura pejabat publik. Mereka menilai perilaku semacam itu dapat mencerminkan rendahnya kepekaan pejabat terhadap kondisi masyarakat yang diwakilinya.
Massa kemudian memberikan tenggat waktu 2×24 jam kepada DPRD Purwakarta untuk menyampaikan tindak lanjut atas aspirasi yang mereka sampaikan melalui saluran resmi lembaga dewan.
Video Dugem Viral, BK DPRD Purwakarta Akui Panggil
Sehari setelah aksi mahasiswa berlangsung, BK DPRD Purwakarta diketahui memanggil seorang anggota DPRD berinisial MJ untuk dimintai klarifikasi terkait video yang beredar di media sosial.
Video tersebut diduga memperlihatkan sosok yang disebut sebagai MJ berada di sebuah tempat hiburan malam di wilayah Subang bersama seorang perempuan.
Ketua BK DPRD Kabupaten Purwakarta, H. Moh. Arief Kurniawan, membenarkan adanya pemanggilan tersebut. Kata dia, klarifikasi diperlukan untuk mengetahui fakta dan konteks sebenarnya dari rekaman yang menjadi perhatian masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


