Antrean BBM di Bali Mengular, ESDM Ungkap Penyebabnya
ANTREAN BBM DI BALI MENGULAR, ESDM UNGKAP PENYEBABNYA BUKAN KARENA STOK MENIPIS--
BALI, Disway.id – Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian masyarakat. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, kondisi tersebut dipicu keterlambatan kedatangan kapal dan kendala distribusi, bukan karena stok bahan bakar minyak (BBM) nasional menipis.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa stok BBM nasional masih dalam kondisi aman. Ketersediaan BBM nasional berada pada kisaran 18 hingga 20 hari sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi pasokan secara keseluruhan.
Menurut Laode, salah satu kendala utama penyaluran BBM adalah keterlambatan transportasi laut. Pengiriman melalui jalur sungai maupun laut memiliki kapasitas angkut yang lebih besar dibandingkan distribusi melalui jalur darat. Akibatnya, keterlambatan kapal dapat berdampak langsung terhadap ketersediaan BBM di sejumlah wilayah.
Selain keterlambatan kapal, kondisi cuaca laut juga menjadi faktor yang memengaruhi proses distribusi. Gelombang tinggi dapat membuat kapal kesulitan bersandar meskipun sudah tiba di sekitar lokasi tujuan.
Laode menjelaskan, situasi tersebut dapat memperlambat proses bongkar muat dan penyaluran BBM ke terminal penyimpanan. Ketika kapal sudah dapat bersandar, distribusi akan segera dipercepat untuk mengejar kebutuhan masyarakat.
Di Bali, upaya percepatan distribusi dilakukan dengan mengoptimalkan kegiatan penyaluran selama 24 jam. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan di SPBU sekaligus mempercepat pemulihan pelayanan kepada masyarakat.
Laode memperkirakan persoalan antrean BBM di Bali dapat segera teratasi setelah kapal pengangkut pasokan tiba. Ia menyebut kapal telah datang dan operasi pasar selama 24 jam sudah dilakukan sejak Senin sebelumnya.
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga mempercepat pemulihan pasokan BBM melalui pengaturan pengiriman berdasarkan skala prioritas. Langkah ini dilakukan agar SPBU yang membutuhkan pasokan segera dapat dilayani sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pengaturan tersebut merupakan bagian dari strategi operasional untuk memastikan distribusi berjalan lebih terarah. Pertamina juga mengoptimalkan pengiriman secara berkelanjutan selama 24 jam.
Dari sisi pasokan, kapal MT Klasogun yang membawa tambahan Pertalite dan Biosolar telah tiba di Fuel Terminal Sanggaran pada pagi hari. Pasokan tersebut ditargetkan mulai disalurkan pada siang hari untuk membantu memenuhi kebutuhan SPBU di tengah proses pemulihan distribusi.
Pertamina Patra Niaga turut berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk memperbarui informasi mengenai perkembangan kondisi di lapangan. Koordinasi tersebut juga mencakup pembahasan rencana kunjungan Gubernur Bali ke SPBU guna memantau penanganan persoalan distribusi BBM.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Warga juga diminta tidak melakukan pembelian berlebihan karena dapat memperpanjang antrean dan menghambat pelayanan bagi pengguna kendaraan lainnya.
Pertamina mengarahkan masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai ketersediaan dan pelayanan BBM melalui kanal resmi perusahaan. Untuk pertanyaan maupun pengaduan terkait layanan dan produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.
Pemulihan distribusi BBM di Bali kini menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, dan sektor pariwisata. Percepatan pengiriman serta koordinasi antarpihak diharapkan dapat mengembalikan pelayanan SPBU secara bertahap sehingga masyarakat tidak lagi harus mengantre terlalu lama.***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


