MASYARAKAT dihebohkan dengan munculnya aliran Hakdzat. Aliran sesat ini dianggap menyimpang dari ajaran Islam oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hal itu terungkap setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang melakukan pembinaan terhadap eks aliran Hakdzat pada Minggu 26 September 2021. Aliran Hakdzat ini berada di Kampung Cimenteng, Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penganut Hakdzat sendiri diduga aliran menyimpang yang sudah ada sejak 2020. Aliran ini dipimpin oleh Misran, Karyati dan Abah Sahim. Pengikutnya berasal dari lingkungan sekitar atau masih satu keluarga. Camat Sumur Heru membenarkan munculnya aliran Hakdzat sesuai informasi dari masyarakat. Di mana aliran tersebut dianggap menyimpang dari ajaran agama Islam. “Yang lapor adanya aliran itu memang masih satu keluarga. Dari pengakuan mereka, kalau salat fardunya sama dengan ajaran Islam,†ujarnya. “Cuma salat sunah yang mereka laksanakan mengikuti arah empat mata angin. Dan salatnya pun tidak ada ruku, langsung sujud. Bacaan takbir yang digunakan sesuai dengan kepercayaan mereka,†kata Heru, Senin (27/9). Heru menerangkan, pengikut aliran Hakdzat mencapai puluhan orang. Aliran tersebut telah diikuti oleh satu keluarga. “Yang tercatat ada sekitar 30 sampai 40 orang. Mereka itu memang mayoritas satu keluarga. Cuma memang rumahnya terpisah-pisah,†ungkapnya. “Sebagian besar jamaah aliran itu ada di sekitar Cimenteng,†imbuhnya. Menurutnya, para pengikut aliran Hakdzat telah diberikan pembinaan oleh para tokoh masyarakat, desa setempat, kecamatan, MUI kabupaten. Kemudian juga dari Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan (Bakor Pakem) hingga Abuya KH Muhtadi Cadasari. “Pada prinsipnya aliran Hakdzat ini memang sudah disikapi oleh forum, baik dari Abuya KH Muhtadi, MUI, kecamatan maupun Bakor Pakem,†tuturnya. “Sebetulnya aliran itu sudah dilakukan pembinaan dari tahun kemarin dan sampai tahun ini,†tambahnya. Dikatakannya, para pengikut aliran Hakdzat telah mengaku bertobat dan kembali kepada ajaran agama Islam. “Dari tahun kemarin mereka sudah mendapat pembinaan dari Abuya, dan sekarang sudah pulang ke rumahnya masing-masing,†ujarnya. “Kemarin juga MUI dari Kabupaten Pandeglang telah melakukan pembinaan,†katanya. (bbs/rc/kbe)
Dinilai Aliran Sesat, Warga di Hebohkan Munculnya Hakdzat
Selasa 28-09-2021,10:10 WIB
Editor : redaksimetro01
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 13-03-2026,15:55 WIB
Rekomendasi 11 Penginapan dan Hotel Murah di Jakarta, Nyaman untuk Staycation Akhir Pekan! Cek Listnya
Jumat 13-03-2026,17:34 WIB
Waspada Saat Mudik Lebaran 2026! Ini Deretan Titik Rawan Macet di Jawa Barat yang Perlu Dihindari
Jumat 13-03-2026,22:22 WIB
Lonjakan 3,5 Juta Kendaraan Saat Mudik Lebaran 2026, Polda Jabar Siapkan Skema One Way dan Contraflow
Jumat 13-03-2026,15:44 WIB
Sahur Keliling di Karawang, Shinta Nuriyah Tekankan Ramadan sebagai Ruang Merangkul Keberagaman
Jumat 13-03-2026,18:21 WIB
Bupati Aep Tinjau SPBU dan Depo BBM, Pastikan Stok di Karawang Aman Jelang Mudik
Terkini
Sabtu 14-03-2026,12:57 WIB
Lalulintas Mulai Padat, Puluhan Personel Polres Karawang Berjaga di Pos Mudik Tanjungpura
Sabtu 14-03-2026,10:50 WIB
Intip Baju Lebaran Paling Keren, Tren Modest Wear yang Temani berbagai Momen Pengguna
Sabtu 14-03-2026,07:49 WIB
THR Macet Lapor Posko Kemnaker, Begini Jawaban dan Solusinya
Jumat 13-03-2026,22:22 WIB
Lonjakan 3,5 Juta Kendaraan Saat Mudik Lebaran 2026, Polda Jabar Siapkan Skema One Way dan Contraflow
Jumat 13-03-2026,18:34 WIB