MEKAH- Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi mengumumkan awal bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah jatuh pada Sabtu, 2 April 2022. Penetapan oleh otoritas Saudi ini berdasarkan penampakan bulan sabit yang menandakan awal bulan Ramadhan. "Sabtu, 2 April adalah awal bulan Ramadhan tahun 1443 Hijriah," kata Mahkamah Saudi dilansir SPA, Jumat 1 April 2022. Ibadah puasa Ramadhan tahun ini menjadi yang pertama sejak 2019 ibadah Ramadhan di Arab Saudi dilaksanakan dengan pembatasan dan protokol kesehatan yang ketat karena pandemi COVID-19. Mahkamah Agung juga mengucapkan selamat menunaikan ibafah puasa Ramadhan kepada Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, semua warga dan penduduk Kerajaan dan semua Muslim di bulan suci ini. Sebelumnya, Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi menyerukan kepada warga yang tinggal di negaranya untuk menyaksikan atau mengamati hilal Ramadhan pada Jumat sore, 29 Syakban 1443 H. Siapapun yang berhasil menyaksikan hilal diminta segera melapor ke pengadilan terdekat untuk diambil kesaksiannya. Warga yang berhasil menyaksikan hilal juga dapat melaporkan ke kantor administrasi kota terdekat untuk diambil kesaksiannya. Penetapan awal Ramadhan di Arab Saudi berbeda dengan sebagian negara-negara di Asia Tenggara yang mayoritas muslim, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam sepakat menetapkan awal Ramadhan jatuh pada Minggu, 3 April 2022. Anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag Profesor Thomas Djamaluddin mengungkapkan, secara astronomis, posisi hilal di Indonesia pada saat Maghrib 1 April 2022 masih berada di bawah kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura) yang ditetapkan pada 2021, sehingga kemungkinan tidak dapat teramati. "Di Indonesia, posisi hilal awal Ramadan 1443 H terlalu rendah sehingga hilal yang sangat tipis tidak mungkin mengalahkan cahaya syafak (senja), sehingga  kemungkinan tidak terlihat," ungkap Thomas. Kriteria baru MABIMS menetapkan bahwa secara astronomis, hilal dapat teramati jika bulan memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasinya minimal 6,4 derajat. Sementara menurut Thomas Djamaluddin, pada saat Maghrib 1 April 2022, posisi bulan di Indonesia tingginya kurang dari 2 derajat dan elongasinya sekitar 3 derajat. "Hilal kemungkinan tidak teramati. Kalau ada yang mengklaim melihat hilal, dimungkinkan itu bukan hilal. Secara astronomi klaim itu bisa ditolak," ungkap Peneliti BRIN ini. Maka, lanjut Thomas, jika data tersebut dikaitkan dengan potensi rukyatul hilal, secara astronomis atau hisab, dimungkinkan awal bulan Ramadan jatuh pada 3 April 2022. (bbs)
Saudi dan 45 Negara Sudah Mulai Puasa Hari ini
Jumat 01-04-2022,06:57 WIB
Editor : redaksimetro01
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 05-11-2026,08:48 WIB
Promo J.CO 4EVER : Rp121 Ribu Bisa Bawa Pulang 18 Donat dan 2 Minuman, Cek 3 Lokasinya di Karawang
Rabu 04-11-2026,19:31 WIB
Gerindra Buka Suara soal Dugaan Penyadapan Prabowo, Ada Isu Insubordinasi hingga Makar!
Rabu 04-11-2026,19:58 WIB
Kisah Manis Bobotoh Karawang Saksikan Kemenangan Persib di Kandang Melbourne Victory
Rabu 04-11-2026,21:37 WIB
Terungkap! Truk Molen Maut Cut Mutia Bekasi Tak Laik Jalan, Rem Bermasalah hingga KIR Mati
Terkini
Kamis 05-11-2026,16:47 WIB
Sehari Usai Dilantik Bupati, Spanduk Ahli Waris dan Ekskavator Nongkrong di Halaman Kantor Desa Sukaresmi
Kamis 05-11-2026,15:46 WIB
Polda Jabar Tahan Anggota Satres Narkoba Karawang, Wakapolresta: Komitmen Kami Tegas Tanpa Pandang Bulu
Kamis 05-11-2026,15:38 WIB
Pascakebakaran Hutan di Tahura Bukit Soeharto, Otorita IKN dan Borneo Kind Tanam 1.000 Bibit Pohon
Kamis 05-11-2026,14:12 WIB
Cinta Bertumbal Nyawa, Terbakar Api Cemburu Pemuda Kotabaru Ini Tega Aniaya Pacar Hingga Tewas
Kamis 05-11-2026,12:52 WIB