KARAWANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang diminta segera mengusut permasalahan pekerjaan pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang. Pekerjaan pembangunan infrastruktur di Karawang kini dinilai dilaksanakan secara ugal-ugalan. Sejumlah proyek infrastruktur terpaksa harus dikerjakan ulang atau perbaikan kembali. Bahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendapatkan setumpuk temuan pelanggaran di Dinas PUPR dalam sejumlah proyek. Direktur Karawang Budgeting Control (KBC), Ricky Mulyana mengatakan banyak permasalahan didalam dinas PUPR Karawang. Namun hal itu terus berlanjut karena belum ada penindakan konkret. "Kami melihat ada pembiaran sehingga dinas PUPR merasan nyaman dengan perbuatannya. Padahal sejumlah bukti sudah dilihat langsung oleh masyarakat," kata Ricky, Rabu (13/4). Menurut Ricky, bukti paling hangat yaitu pembangunan jembatan KW 6 di Kelurahan Karangpawitan Kecamatan Karawang Barat senilai Rp 10,5 miliar. Jembatan tersebut dalam kondisi rusak terbelah, padahal baru diresmikan oleh Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dua pekan sebelumnya. Jembatan tersebut akhirnya ditutup selama 4 bulan untuk diperbaiki. "Kasus jembatan rusak itu viral, tapi APH tidak ada tindakan sama sekali," katanya. Ricky mengatakan, sejumlah proyek di Dinas PUPR akhirnya menjadi temuan BPK mulai dari tingkat perencanaan, pengawasan dan kualitas pekerjaan akibat pengurangan volume pekerjaan. Bahkan BPK menemukan adanya jasa pengadaan konsultan atau tenaga ahli bodong. Modusnya sebagai tenaga ahli tapi tidak bekerja melakukan kajian objek proyek. "Cuma stempel dan tandatangan palsu," katanya. Sebelumnya Kepala Dinas PUPR, Dedi Ahdiyat mengakui salah satu penyebab gagalnya pembangunan jembatan KW 6 akibat tidak ada tenaga ahli. Kekurangan tenaga ahli menjadi permasalahan utama di dinas PUPR. Kedepan Dinas PUPR akan mengutamakan keberadaan tenaga ahli. Menurut Ricky, PUPR selaku Dinas yang mengatur,mengelola dan melaksanakan kegiatan seharusnya punya tanggung jawab besar dalam permasalahan perencanaan dan pengawasan agar menghasilkan pekerjaan yang baik. Namun karena ada pembiaran dari APH makanya dinas PUPR terkesan bekerja asal-asalan. (bbs/mhs)
Konsultan Bodong Biang Buruknya Hasil Kerja DPUPR?
Rabu 13-04-2022,07:30 WIB
Editor : redaksimetro01
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 26-08-2026,19:04 WIB
IRSE 2026: Ritel RI Siap Hadapi Gempuran AI dan Perubahan Konsumen
Rabu 26-08-2026,21:39 WIB
Pelajar SMPS Alam Karawang Bersinar di Olimpiade Matematika Dunia
Kamis 27-08-2026,03:21 WIB
Usut Ceceran Limbah di Cemarajaya, Bupati Aep Tempuh Jalur Ilmiah
Rabu 26-08-2026,19:34 WIB
Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara Kunang Minta Bebas
Rabu 26-08-2026,20:46 WIB
Kejari Purwakarta Tahan Tiga Tersangka Korupsi KUR Fiktif BRI, Kerugian Negara 3,4 Miliar
Terkini
Kamis 27-08-2026,15:34 WIB
Kewenangan Provinsi, DPRD Karawang Tetap Kawal Penanganan Ceceran Minyak Pesisir Cemarajaya
Kamis 27-08-2026,15:24 WIB
Sebar Provokasi Demo, Pria di Bekasi Ditangkap Polisi
Kamis 27-08-2026,12:01 WIB
Skandal Korupsi KUR di Purwakarta, BRI Tegaskan Jadi Korban Fraud dan Proktif Dukung Kejaksaan
Kamis 27-08-2026,03:21 WIB
Usut Ceceran Limbah di Cemarajaya, Bupati Aep Tempuh Jalur Ilmiah
Rabu 26-08-2026,21:39 WIB