KARAWANG- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Karawang gelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Karawang. Selasa, (13/9) kemarin. Dalam aksi itu, PC PMII Karawang menuntut tiga hal. Diantaranya, menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), mendesak legislatif merampungkan perubahan Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) serta menyoroti banyaknya kursi kosong jabatan strategis di lingkungan Pemkab Karawang. Ketua PC PMII Karawang, Riri Reza Anshori mengatakan, kenaikan harga BBM jadi masalah besar disaat masyarakat secara bertahap pemulihan ekonomi. Menurut Reza, pemerintah perlu menyikapi dengan kebijakan dengan tepat. Jika tidak, maka dapat terjadinya jarak harga kebutuhan pokok. “Jika kebijakan yang hari ini tidak di sikapi secara serius maka akan terjadi disparitas yang begitu terjal, karena masyarakat sedang dalam tahap pemulihan ekonomi,†kata Reza, kepada KBE, kemarin, (13/9). Terlebih, sebelumnya Karawang mendapat gelar ‘miskin ekstrem’ dari pemerintah pusat. Sehingga kenaikan BBM dapat mempengaruhi berbagai sektor, seperti sarana transportasi, perindustrian hingga UMKM yang berperan dalam memulihkan ekonomi. Dengan itu pihaknya mendesak pemerintah untuk dapat keluar dari jurang kemiskinan ekstrem melalu pemda dan pihak legislatif. “Berkaitan dengan harga bahan bakar bersubsidi tentu di Karawang sendiri akan terdampak. Secara, Karawang sendiri pernah masuk dalam kategori Karawang miskin ekstrem,†beber Reza. Selain itu, pihaknya juga menyoroti kekosongan jabatan eselon ll di Pemda Karawang. Menurutnya, kekosongan pejabat di tubuh pemerintah eksekutif itu dapat mempengaruhi keluarnya kebijakan yang dirasakan warga. “Beberapa jabatan sejauh ini masih kosong, bagaimanapun Plt masih terkesan kerja setengah-setengah karena kurang terfokus dari pekerjaan definitif yang diemban,†kata Reza. Kemudian, terkait perubahan Perda RTRW yang beberapa waktu sempat kurang jelas perevisiannya. Pihaknya menuntut pihak legislatif untuk segera merampungkan Rancangan Tata Ruang dan Wilayah itu sampai tahap rencana detail tata ruang (RDTR). “Seperti Perda RTRW, Legislatif harus menuntaskan. Jangan sampai nantinya kebijakan ikut menggerus zona hijau. Walaupun ada kepentingan pusat didalamnya,†tukasnya. (gma/wyd)
PC PMII Karawang Kepung Kantor DPRD
Selasa 13-09-2022,01:35 WIB
Editor : redaksimetro01
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 23-05-2026,13:32 WIB
Penghuni Kartika-CSG Cemas, Pengembang Galuhmas Pun Terseret, Sudah Bayar Lunas Tapi Sertifikat Belum Terima
Sabtu 23-05-2026,18:36 WIB
Rekomendasi 12 Kontrakan Murah di Sekitar Jatimulya Tambun Selatan, Ada yang Banyak Dicari Perantau!
Sabtu 23-05-2026,17:57 WIB
Warga Jatimulya Wajib Tahu! Ini 8 Rumah Sakit Terdekat di Tambun Selatan dengan Rating Bagus dan IGD 24 Jam
Sabtu 23-05-2026,10:55 WIB
BTN Proaktif Dukung Kejari Karawang Usut Manipulasi Data KPR Developer Nakal
Sabtu 23-05-2026,10:19 WIB
Geledah dan Segel Kantor Sedayu Group di Bekasi, Kejari Karawang Sita Satu Kardus Dokumen Kredit BTN
Terkini
Sabtu 23-05-2026,19:51 WIB
Hidden Gem Kuliner! Rekomendasi 10 Tempat Beli Pempek di Jatimulya Tambun Selatan yang Kuah Cukonya Gurih
Sabtu 23-05-2026,18:36 WIB
Rekomendasi 12 Kontrakan Murah di Sekitar Jatimulya Tambun Selatan, Ada yang Banyak Dicari Perantau!
Sabtu 23-05-2026,17:57 WIB
Warga Jatimulya Wajib Tahu! Ini 8 Rumah Sakit Terdekat di Tambun Selatan dengan Rating Bagus dan IGD 24 Jam
Sabtu 23-05-2026,13:49 WIB
Banyak Dicari Warga Renovasi Rumah! Rekomendasi 7 Toko Bangunan di Jatimulya Tambun Selatan, Harga Bersaing!
Sabtu 23-05-2026,13:32 WIB