ABAD 21, teknologi sebagai poros utama kehidupan. Sebuah bangsa tidak bisa dikatakan maju sebelum semua sektor memiliki teknologi, hal tersebut tentunya mengharuskan generasi muda untuk menjadi agen perubahan. Pendidikan adalah dasar dari perubahan tersebut, maka diperlukan digitalisasi pendidikan. Minggu (02/01/2022) pengamat Indra Charismiadji mengutarakan, Indonesia masih tertinggal jauh dibanding negara lain soal digitalisasi pendidikan. Ada kajian berasal dari CFEE Annual Research Digest 2016/2017 tentang anak Indonesia yang dikatakan tertinggal 1.000 tahun dari negara seperti Singapura dan Finlandia. Meskipun berlebihan hal ini tampak pada saat pandemi. Digitalisasi pendidikan merupakan salah satu upaya pemerintah indonesia untuk memajukan pendidikan dan terciptanya pelajar pancasila. Digitalisasi tidak semudah membalikan telapak tangan, tantangan dan biaya yang dihadapi juga banyak seperti sekolah yang berada di pelosok desa sehingga membutuhkan biaya lebih, guru yang tidak professional dll. Perguruan tinggi seyogyanya lebih disiapkan untuk mencetak pendidik yang professional dan lebih melek teknologi, dengan standar tertentu. Pemerintah juga harus memberi dorongan agar tercetaknya generasi yang menjadi agen perubahan. Setelah itu pada sekolah tingkat dasar dan menengah yang melakukan digitalisasi, tentunya hal-hal tersebut dilakukan secara bertahap. Digitalisasi tak luput dampak negatif. Dampak negatif dari digitalisasi pendidikan bagi anak diantaranya munculnya sikap malas belajar, penyalahgunaan teknologi, serta munculnya sikap acuh anak. Pengontrolan pembelajaran secara ketat harus dilakukan oleh pendidik ataupun guru. Supaya dampak dari teknologi secara negatif bisa berkurang. Kepentingan digitalisasi pendidikan harus dilakukan di Indonesia. Dasar digitalisasi terletak di perguruan tinggi khusunya pendidikan, hal tersebut merupakan penerus dari guru-guru yang mengajar saat ini. Peran pendidik sangat diperlukan untuk penanggulan dampak negatif tersebut. (*) Oleh: Misbach AlGufron (*)
Digitalisasi Pendidikan, Perlukah?
Minggu 29-05-2022,09:00 WIB
Oleh: redaksimetro01
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 07-11-2026,19:32 WIB
Tak Perlu Antre ke Kantor! Begini Cara Daftar BPJS Kesehatan Online 2026 dan Aturan Dendanya
Sabtu 07-11-2026,16:09 WIB
Kasta Kopi Gen Z Berdasarkan Gaya Hidup dan Kemampuan Ekonomi
Sabtu 07-11-2026,21:32 WIB
Hasil Super League: Mamut Pecah Kebuntuan, Persija Sikat Persebaya dan Kembali ke Puncak
Sabtu 07-11-2026,21:26 WIB
Rumah Lansia dari Bupati, Masrinah: Hanya Bawa Baju, Tinggal Tenang
Sabtu 07-11-2026,18:53 WIB
Gaji Karyawan di Jakarta Pas-pasan dan Butuh Dana Tambahan? Ini Daftar Pinjol Legal OJK 2026
Terkini
Minggu 08-11-2026,15:36 WIB
Surya Paloh Resmikan Kantor DPD NasDem Karawang, Bidik Kemenangan Pemilu 2029
Minggu 08-11-2026,15:32 WIB
NasDem Apresiasi Dua Tahun Kepemimpinan Bupati Aep, Surya Paloh: Kerja Sama Luar Biasa
Minggu 08-11-2026,12:53 WIB
NasDem Run for Change Diikuti 12.800 Peserta, Surya Paloh Apresiasi Antusiasme Masyarakat
Minggu 08-11-2026,11:21 WIB
Skema Tabel Angsuran KUR BSI 2026 Plafon Rp50-100 Juta Tenor 1-5 Tahun, Cicilan Ringan-Fleksibel untuk UMKM
Minggu 08-11-2026,10:26 WIB