ZAMAN millennial kini, makanan pedas merupakan makanan populer yang digemari banyak masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua. Populernya makanan tersebut juga didukung oleh maraknya tren jajanan dari Negara Ginseng, Korea Selatan, yang dikenal masyarakat melalui tontonan drama korea. Makanan populer yang berasal dari Negara Ginseng tersebut umumnya memiliki sensasi pedas. Oleh karena itu, tak heran, kini semakin banyak makanan pedas yang dapat dijumpai di dunia kuliner Indonesia. Di samping populernya makanan pedas, sudah tahu belum dari mana asalnya sensasi pedas itu berasal? Sebelumnya, perlu diketahui bahwa “pedas†dalam makanan bukan merupakan rasa dasar melainkan ia merupakan sensasi. Pedas merupakan sensasi yang diperoleh dari senyawa biotik penghasil sensasi panas sehingga muncul rasa pedas pada lidah kita. Pada makanan pedas yang dibuat dari cabai terdapat di dalamnya kandungan senyawa khas yang disebut capsaicin. Mekanisme terjadinya sensasi pedas saat mengonsumsi makanan pedas yaitu bermula dari terjadinya ikatan antara senyawa capsaicin dengan reseptor TRPV1 pada lidah yang berperan sebagai sensor panas lalu ia akan mengirim sinyal ke otak bahwa tubuh sedang mengalami sensasi panas atau terbakar. Maka dari itu, sesaat setelah mengonsumsi makanan pedas, muncul refleks ingin minum agar terbebas dari sensasi pedas yang merupakan respon dari otak kepada tubuh kita. Capsaicin tergolong ke dalam sebuah alkaloid yang terletak pada bagian plasenta buah cabai, tempat melekatnya biji. Capsaicin senyawa utama penyebab timbulnya rasa pedas sehingga dapat diaplikasikan untuk memberi rasa pedas pada makanan yang diformulasikan. Kadar capsaicin dalam cabai memengaruhi tingkat kepedasan dari cabai tersebut. Umumnya cabai segar mengandung 0,1-1,0% capsaisin. Parameter pengukuran kepedasan cabai juga dapat dinyatakan dalam skala Scoville. Capsaicin murni memiliki skala 15-20 juta Scoville. Kandungan capsaicin dalam makanan pedas memiliki efek baik dan buruk bagi tubuh manusia. Makanan dengan sensasi pedas yang banyak digemari karena lezat akan berpengaruh buruk apabila dikonsumsi secara berlebihan yaitu dapat menyebabkan kerusakan jaringan mukosa dan submukosa pada lambung yang berperan sebagai proteksi lambung. Namun, apabila dikonsumsi dalam jumlah yang tepat dan tidak berlebihan ia dapat dapat memberi manfaat kesehatan seperti efek perlindungan terhadap lambung (gastroproteksi). Selain itu, capsaicin juga diklaim dapat membantu menurunkan berat badan karena ia dapat mengurangi asupan energi, menekan rasa lapar, dan mempertahankan rasa kenyang. Itulah beberapa fakta terkait dalangnya pedas yaitu capsaicin. Setelah mengetahui mekanisme serta efek baik dan buruknya bagi kesehatan, hindari mengonsumsi makanan pedas berlebihan, ya! (*) * Penulis : Sekar Azizah – Mahasiswa Teknologi Pangan Unpad
Fakta Dalangnya Pedas
Selasa 31-05-2022,12:38 WIB
Oleh: redaksimetro01
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 21-06-2026,11:16 WIB
5 Rekomendasi Toko Elektronik di Dekat Lippoland Karawang
Minggu 21-06-2026,20:25 WIB
Jangan Asal Tanda Tangan! Ini 13 Hal Penting yang Wajib Dicek Sebelum Kredit Motor di 2026
Minggu 21-06-2026,20:34 WIB
PGRI Kabupaten Bekasi Usulkan Kebijakan WFH/WFA bagi Guru saat Siswa Libur, Ini Dasarnya...
Minggu 21-06-2026,18:09 WIB
Laut di Kabupaten Bekasi Diduga Tercemar Limbah PLTU Milik Cikarang Listerindo, Nelayan Desak Pemda Cabut Izin
Minggu 21-06-2026,12:14 WIB
Matic, Bebek, atau Sport? Ini Gambaran Perbandingan Biaya Servis Motor Selama Setahun, Selisihnya Bikin Kaget!
Terkini
Senin 22-06-2026,07:10 WIB
Rumah Mau Disulap Jadi Mewah? Ini 9 Jasa Renovasi Rumah di Jatimulya Tambun Selatan
Minggu 21-06-2026,20:34 WIB
PGRI Kabupaten Bekasi Usulkan Kebijakan WFH/WFA bagi Guru saat Siswa Libur, Ini Dasarnya...
Minggu 21-06-2026,20:25 WIB
Jangan Asal Tanda Tangan! Ini 13 Hal Penting yang Wajib Dicek Sebelum Kredit Motor di 2026
Minggu 21-06-2026,19:08 WIB
Pemerintah Perkuat Antisipasi Dampak Musim Kemarau
Minggu 21-06-2026,19:07 WIB