SIAPA yang tidak kenal dengan lada hitam? Rempah kecil berwana hitam yang memiliki cita rasa khas serta aroma pedas yang kuat. Keunggulan lada hitam sudah terkenal diseluruh dunia sehingga menjadikannya rempah populer yang sering disebut sebagai “Raja Rempah†atau “King of Spicesâ€. Rasa dan aroma pedas tersebut berasal dari kandungan piperin dan minyak atsiri dalam biji lada. Lada hitam (Piper nigrum Linn) biasanya dapat dimanfaatkan sebagai penambah cita rasa dan aroma dalam berbagai jenis masakan, baik makanan goreng, tumis, panggang, dan berkuah. Namun, tahukah kamu bahwa lada hitam juga memiliki segudang manfaat lain disamping perannya sebagai bumbu dapur? Membayangkan lada hitam dalam olahan masakan tentu sangat menggguah selera, tapi apa yang anda bayangkan jika mendengar “lada hitam sebagai obatâ€? Mungkin beberapa orang masih bingung mengenai hal ini karena memang di Indonesia penggunaan rempah lebih condong sebagai penyedap masakan saja. Sebenarnya istilah lada hitam sebagai obat sudah dikenal sejak dahulu kala, bahkan sudah tercatat dalam sastra sansekerta kuno. Beberapa negara di Asia seperti India dan Cina juga sudah memanfaatkan lada hitam sebagai alternatif obat alami sejak lama. Negara India memanfaatkan lada hitam dalam pengobatan Ayurveda dan digunakan juga untuk mengatasi gangguan pencernaan serta malaria, sedangkan di Negara Cina lada hitam digunakan dalam penanganan epilepsi. Pemakaian lada hitam sebagai obat biasanya berkaitan dengan kandungan senyawa fungsional yang memberi efek antioksidan serta antiradang yang baik. Antioksidan merupakan senyawa dengan kemampuan untuk menangkal radikal bebas. Apabila tubuh kita terpapar oleh radikal bebas yang berlebihan, maka dapat terjadi kerusakan pada DNA sel tubuh, meningkatnya kolesterol, timbulnya inflamasi atau peradangan, dan melemahkan imunitas tubuh. Hal ini tentu sangat berbahaya terutama di tengah masa pandemi seperti saat ini. Tubuh kita dapat terpapar radikal bebas dari berbagai sumber seperti yang berasal dari makanan, polusi udara, asap rokok, bahkan dari paparan sinar matahari. Oleh sebab itu, antioksidan sangat diperlukan bagi tubuh kita. Salah satu bahan yang memiliki antioksidan tinggi adalah lada hitam. Rempah kecil berwarna hitam ini memiliki kandungan piperin, fenolik, terpenoid, dan flavonoid yang berperan untuk memberikan efek antioksidan jika dikonsumsi. Taukah Anda? Antioksidan lada hitam dinilai paling tinggi daripada lada putih dan lada hijau loh. Hal ini dikarenakan lada hitam mempunyai kandungan senyawa fenolik yang lebih tinggi. Keunggulan tersebut membuat rempah ini banyak digunakan dalam sistem pengobatan penyakit asma, bronkitis, demam, radang, dan gangguan pencernaan. Antiradang atau antiinflamasi adalah bahan yang berfungsi untuk mengurangi peradangan. Zat piperin dalam lada hitam mempunyai kemampuan untuk menghambat enzim yang menimbulkan efek radang. Ketika enzim dihambat, maka rasa sakit akibat peradangan dapat berkurang. Sifat antiradang ini juga sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit degeneratif (menurunnya fungsi organ seiring pertambahan usia) yang sering terjadi pada lansia contohnya seperti penyakit rematik. Pada dunia kesehatan, lada hitam biasanya dimanfaatkan dalam bentuk ekstrak seperti oleoresin dan minyak atsiri. Ekstrak lada dicampurkan ke dalam suplemen untuk memberi manfaat kesehatan. Pada beberapa penelitian, penambahan lada hitam bahkan dapat meningkatkan fungsi dari zat aktif lain yang terdapat pada obat loh! Sehingga suplemen itu memiliki efek yang lebih baik misalnya, zat aktif piperin yang ada dalam lada hitam dapat meningkatkan manfaat senyawa nimesulide dalam obat anti radang. Banyak sekali manfaat kesehatan yang diperoleh jika kita mengonsumsi lada hitam. Salah satu cara yang mudah untuk memperoleh manfaat dari lada hitam adalah dengan cara membuat jamu. Pembuatan jamu dilakukan dengan cara menghaluskan kunyit dengan madu, kemudian dimasukan ke dalam gelas dan ditambahkan air panas, berikan sedikit perasan lemon dan juga sedikit lada hitam bubuk. Jamu hangat peningkat kesehatan siap disajikan. Kombinasi antara piperin lada hitam dengan zat kurkumin pada kunyit akan menjaga kesehatan sistem saraf, mengobati gejala depresi, melawan kolesterol, mengurangi nyeri, bahkan dapat menurunkan berat badan loh! Tunggu apalagi? Yuk mulai konsumsi lada hitam secara rutin baik dalam bentuk suplemen, jamu, dan dalam masakan, agar tubuh kita semakin sehat di era pandemi saat ini. (*) Butt, Masood Sadiq; Pasha, Imran; Sultan, Muhammad Tauseef; Randhawa, Muhammad Atif; Saeed, Farhan; Ahmed, Waqas (2013). Black Pepper and Health Claims: A Comprehensive Treatise. Critical Reviews in Food Science and Nutrition, 53(9), 875–886. doi:10.1080/10408398.2011.571799 * Penulis : Silvano Jovan, Mahasiswa Prodi Teknologi Pangan, FTIP, Universitas Padjadjaran (Unpad)
Manfaat Lada Hitam, Lebih dari Sekedar Bumbu Masakan?
Jumat 08-07-2022,06:11 WIB
Oleh: redaksimetro01
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 18-07-2026,11:44 WIB
11 Minuman yang Paling Diburu Warga Jatimulya Tambun Selatan Saat Cuaca Panas, Nomor 7 Rela Antre!
Sabtu 18-07-2026,10:22 WIB
Auto Senyum! 12 Hal Random yang Jadi Ciri Khas Warga Jatimulya Tambun Selatan, No 9 Hampir Semua Pernah Tau
Sabtu 18-07-2026,08:51 WIB
Operasi Berantas Jaya 2026: Polres Bekasi Kota Bongkar 77 Kasus Kejahatan, 69 Pelaku Ditangkap
Sabtu 18-07-2026,08:41 WIB
Komplotan Begal Maut Bekasi Dibekuk, Polisi Ungkap Perampasan Motor yang Tewaskan Korban
Terkini
Sabtu 18-07-2026,23:26 WIB
Cerita di Balik Koperasi Wanita Pesona Al Giyan Bisa Naik Kelas, Ternyata Lahir Gegara Bank Keliling
Sabtu 18-07-2026,23:09 WIB
UMKM PWI Karawang Mejeng di Harkopnas, Yuk Mampir!
Sabtu 18-07-2026,22:49 WIB
Transaksi UMKM di Harkopnas Karawang Bisa Lampaui Target 1 Miliar, Bupati Aep Janjikan Tambah Anggaran
Sabtu 18-07-2026,22:29 WIB