Oleh : Muhammad Agus Mulyana, S.P., M.P Peserta LATSAR CPNS LAN RI Gelombang 5 Angkatan XV 2022
Beberapa waktu yang lalu dunia kriminal di Indonesia khususnya Karawang digemparkan dengan sebuah peristiwa ironis, yaitu tertangkapnya Kasat Narkoba Polres Karawang atas peredaran Narkoba. Kasus ini diungkap Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Sebuah hal yang ironis karena seorang Kasat Narkoba yang notabene adalah garda terdepan dalam peperangan melawan Narkoba, malah menjadi pengedar dan pemilik barang haram itu sendiri. Penulis melihat bahwa ada fenomena kekhilafan atau dalam hal ini tergodanya petugas polisi tersebut karena tergiur unsur ekonomi. Deegan, C. dalam bukunya “Financial Accounting Theory†mengemukakan bahwa resource terbatas dan langka mendorong manusia dalam pengambilan keputusan selalu mengutamakan kepentingan pribadi yang sering disebut dengan rational economic. Rational economic membuat manusia menghindari setiap kecenderungan yang mempengaruhi kesenangannya, ada dua hal yang mungkin akan terjadi, pertama adalah mengindar (averse) yang kedua adalah melawan (againts). Petugas polisi narkoba dalam hal ini melakukan perlawanan (againts) dalam upaya mendongkrak pendapatan ekonominya. Perilaku tersebut dalam psikologi aliran psikoanalisis, oleh Freud disebut dengan self defense mechanism, suatu mekanisme perlawanan ketika individu terancam, beragam cara yang dapat dilakukan, tetapi umumnya mereka melakukan rasionalisasi, sublimsi, dan kompensasi seperti dikemukakan Zaviera dalam bukunya “Teori Kepribadian : Sigmun Freudâ€. Miris melihat fenomena tersebut bisa sampai terjadi. Mengingat bulan ini adalah bulan Agustus, bulan kemerdekaan, penulis sangat yakin para mendiang proklamator kita merasa sedih dibuatnya apabila mendengar hal tersebut. Oleh sebab itu perlu adanya sebuah “different approachingâ€, sebuah pendekatan yang berbeda dalam upaya pencegahan munculnya oknum-oknum polisi semacam itu di waktu yang akan datang. Pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan agama, karena ketika seorang manusia selalu ingat bahwa dia selalu diawasi (sikap ihsan) maka dengan sendirinya manusia tersebut akan terjaga, tersangga sikapnya dalam pergeseran moral. ALLAH SWT berfirman dalam Alquran yang artinya: "Barangsiapa berpegang teguh kepada agama Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus." (Surat Ali Imran ayat 101). Terakhir, penulis senantiasa berharap agar petugas-petugas polisi kita selalu terjaga dan tidak terombang ambing niatnya dalam upaya-upaya penegakkan hukum dewasa ini, karena masih begitu banyak masyarakat yang bergantung hidupnya, menumpukan perlindungannya pada kepolisian.Kekhilafan Oknum = Self Deffense Mechanism?
Kamis 01-09-2022,05:48 WIB
Oleh: redaksimetro01
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 13-09-2026,17:18 WIB
Pemuda Pangandaran Bangun Galeri Benda Buhun, Rawat Jejak Kehidupan Masyarakat Sunda
Minggu 13-09-2026,17:24 WIB
Centralia, Kota Mati di Amerika yang Terus Terbakar Selama Puluhan Tahun
Minggu 13-09-2026,17:21 WIB
Menembus Awan di The Ranch Ciater, Menikmati Sejuk Pegunungan Bandung Utara
Minggu 13-09-2026,17:11 WIB
300 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Dibagikan kepada Pebecak di Majalengka
Minggu 13-09-2026,17:15 WIB
Tabebuya Bermekaran, Jalan Braga Bandung Makin Semarak di Minggu Pagi
Terkini
Senin 14-09-2026,13:33 WIB
HUT ke-393, Ketua Komisi I DPRD Karawang Ajak Masyarakat Jaga Kebersamaan
Senin 14-09-2026,13:31 WIB
KAI Gelar Rail Clinic di Karawang, Layani 250 Warga dan Bagikan Kacamata Gratis kepada 30 Siswa
Senin 14-09-2026,12:48 WIB
Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara Kunang Divonis 6 Tahun Plus Uang Pengganti 10,4 Miliar
Senin 14-09-2026,10:13 WIB
KM Virgo Transport 8 Terbalik, DPR Soroti Bahaya Kapal Tua yang Dimodifikasi
Senin 14-09-2026,10:10 WIB