PAWANG hujan di MotoGP Mandalika Rara Isti Wulandari atau Mba Rara dianggap berhasil mengendalikan hujan oleh pihak MotoGP. Sayangnya, aksi Rara mengusir hujan keliling Sirkuit Mandalika hingga ditonton para pembalap MotoGP itu menuai pro dan kontra. Menurut penceramah Ustaz Fakhrurrazi Anshar, mempercayai pawang hujan adalah kesalahan besar. Hal itu ia tanggapi seiring hebohnya aksi Mbak Rara, yang dianggap mampu kendalikan cuaca saat perhelatan MotoGP di Lombok, Minggu kemarin. Menurutnya, mempercayai pawang hujan itu sama dengan menyekutui Allah Subhanahu Wata’ala. Dosanya pun tidak akan diampuni. Dalil ini pun tegaskan, bahwa umat Islam dilarang mempercayai hal itu, karena sudah jelas aksi itu di luar kemampuan manusia biasa dalam mengendalikan cuaca. “Apakah ada yang percaya bahwa pawang ini bisa memberhentikan hujan? ITU SALAH BESAR, karena itu adalah keyakinan yang salah bahkan menjadi sebuah kebohongan yang merupakan DOSA YANG TIDAK AKAN DIAMPUNI ALLAH yaitu SYIRIK atau menyekutukan Allah,†tulis Ustaz Fakhrurrazzi di Instagramnya, Senin (21/3/2022). Berikut dalil tentang larangan mempercayai pawang hujan, yang disampaikan oleh Ustaz Fakhrurrazzi. Ø¥Ùنَّ اللَّهَ لَا يَغْÙÙØ±Ù أَنْ ÙŠÙØ´Ù’رَكَ بÙه٠وَيَغْÙÙØ±Ù مَا دÙونَ ذَلÙÙƒÙŽ Ù„Ùمَنْ يَشَاء٠وَمَنْ ÙŠÙØ´Ù’رÙكْ Ø¨ÙØ§Ù„لَّه٠Ùَقَد٠اÙْتَرَى Ø¥ÙØ«Ù’مًا عَظÙيمًا “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.†(QS. An Nisa: 48) Dalam hadits dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: مَنْ مَاتَ لاَ ÙŠÙØ´Ù’رÙÙƒÙ Ø¨ÙØ§Ù„لَّه٠شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ مَاتَ ÙŠÙØ´Ù’رÙÙƒÙ Ø¨ÙØ§Ù„لَّه٠شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ “Barangsiapa yang mati dalama keadaan tidak berbuat syirik pada Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Barangsiapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik pada Allah, maka ia akan masuk neraka†(HR. Muslim no. 93). Diketahui, aksi pawang hujan di Sirkuit Mandalika yang berusaha menghentikan hujan deras kini viral di media sosial. Bahkan, cuitan “pawang†kini menggema di twitter akibat aksi yang bisa ditonton jutaan orang di seluruh dunia itu. Hingga pukul 15.24 WIB, cuitan tersebut tembus angka 32 ribu tweets. Sejumlah netizen pun menyayangkan munculnya ide mendatangkan pawang di sirkuit tepat saat siaran langsung MotoGP. “Sebagai orang Indonesia aku malu liat mbak-mbak mukul2 mangkok gak jelas, kebodohan dan ketololannya di liat langsung sama pemimpin negri dan dilihat juta’an pasang mata. Mending ngantri minyak goreng mbak. Pawang, dukun, dan org yang percaya tolol nya sama,†tulis akun @Gustepra_96. “Kok gua malu ya anj** ada Pawang gini,†celoteh @DotHamdani. “Lets appreciate this pawang lady. At least the rain stop #IndonesianGP,†ujar @yongki_777. “Pawang hujan 0-1 actual science,†celoteh lainnya. “My bro posting the current situation on WhatsApp stories liat pawang hujan mondar mandir di pit lane ðŸ˜,†tulis lainnya. (Ishak/fjr)
Umat Islam Dilarang Percaya Pawang Hujan, Ada Dalilnya, Simak!
Senin 21-03-2022,08:26 WIB
Editor : redaksimetro01
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 22-04-2026,16:18 WIB
Universitas Esa Unggul Perkuat Pemberdayaan Desa, Bergabung dalam Kolaborasi Nasional 64 Kampus
Kamis 23-04-2026,00:33 WIB
Akademisi Unsika Nilai Pembatasan Usia Media Sosial Penting, Tekankan Pengawasan dan Literasi Digital
Kamis 23-04-2026,00:29 WIB
Parkir Liar Truk di Pantura Bekasi Jadi Ancaman Keselamatan Pengendara
Rabu 22-04-2026,14:25 WIB
Peduli Kesehatan Perempuan Indonesia, Pertamina Perluas Akses Deteksi Dini Kanker Payudara
Rabu 22-04-2026,16:22 WIB
Medsos Jadi Jalur Peredaran Narkoba di Bekasi, Sabu dan 3 Kg Ganja Disita Polisi
Terkini
Kamis 23-04-2026,10:00 WIB
SPPG Belum Ber-SLHS di Kabupaten Bekasi Disorot, Legislator Minta BGN Bertindak
Kamis 23-04-2026,09:57 WIB
Indomaret Bersama Baygon dan Autan Gelar PSN dan Lomba Mewarnai di Subang
Kamis 23-04-2026,00:33 WIB
Akademisi Unsika Nilai Pembatasan Usia Media Sosial Penting, Tekankan Pengawasan dan Literasi Digital
Kamis 23-04-2026,00:29 WIB