“Enggak ketemu lah di jalan itu, ditampar anak itu kejadian sebelum dibakar,” tuturnya.
Setibanya di rumah, Winarsih beserta dua anaknya langsung disiram bensin oleh suami. Kepada Siti, Winarsih bercerita bahwa ada alibi dari Usman yang merasa cemburu terhadap dirinya tanpa alasan yang jelas.
BACA JUGA:Kades di Lampung Ditangkap Terkait Kepemilikan Narkoba Seberat 6 Kilogram
Melalui Siti, Winarsih membantah dugaan suami. Justru, dia mengetahui ada dugaan suaminya yang berselingkuh sekitar setahun terakhir.
Ketika api muncul dan korban meronta, tetangga sekitar rumah ikut membantu pemadaman api yang melalap para korban. Lalu petugas pemadam kebakaran pun turun tangan ikut memadamkan api.
“Kalau tetangga di situ udah pada ngerti bahwa itu emang dibakar, karena beda kebakarannya, dikirain HP meledak, tapi kok ini beda?” ujar Siti.
BACA JUGA:Tips Mudah Selesaikan Studi Perkuliahan dan Skipsi dengan Cepat
Korban dibawa ke Rumah Sakit Islam di Cakung setelah api padam. Selanjutnya, korban dan pelaku dipindahkan ke RSUD Tarakan, kecuali KNF yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pekerja di Koja.
Winarsih menduga pembakaran terhadapnya beserta anak-anak sudah direncanakan suaminya.
“Voice note-nya itu ada sebelumnya, ada pengancamannya. Tapi ini kan barang bukti polisi,” kata Siti.
Siti Musyairoh tidak habis pikir keponakannya menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT di kasus suami bakar istri.
Usman Sayuti, 41 tahun, membakar istrinya, Winarsih, 39 tahun, beserta dua anak kandungnya pada Kamis, 29 Juni 2023, sekira pukul 21.00 WIB, di rumah mereka di wilayah Cakung, Jakarta Timur.
“Dia terus terang bahwa saya disiram bensin sama suami,” ujar Siti menirukan ucapan Winarti, ketika ditemui di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Ahad, 2 Juli 2023.
Kasus suami bakar istri ini bermula ketika Winarsih keluar membeli lauk untuk makan malam. Saat itu, di rumah sedang ada anak laki-lakinya inisial NIM, 15 tahun dan KNF, 13 tahun, beserta Usman.
Menurut Siti, Winarsih pergi keluar dalam waktu yang lama menurut sudut pandang Usman. Kemudian pelaku menyuruh NIM keluar untuk mencari Winarsih yang tidak kunjung pulang. “Enggak ketemu lah di jalan itu, ditampar anak itu kejadian sebelum dibakar,” katanya.