Diangkat Dari Film Terbaik, Simak Ulasan Lengkap Buku 'Yuni'

Rabu 20-12-2023,07:40 WIB
Reporter : Rizki Andika
Editor : Rizki Andika

 

Resensi Buku :

 

Novel yuni menceritakan tentang pengalaman Kamila Andini yang terinspirasi dari cerita asisten rumah tangganya. Asistennya tersebut menceritakan tentang pernikahan anaknya yang dilanda hujan deras. Mendengar cerita itu, membuatnya mengingat kembali tentang hujan dan pernikahan dari salah satu puisinya Sapardi Djoko Damono, yaitu Hujan Bulan Juni. Puisi tersebut membicarakan tentang hujan yang turun tidak pada musimnya.

 

 

Yuni merupakan seorang gadis SMA yang kesehariannya sangat amat gemar dengan warna ungu. Pergolakan muncul dalam benaknya ketika penyuka warna ungu ini dianggap memiliki ‘penyakit ungu. Salahkah dia menyukai warna ungu? Yuni juga sosok remaja berprestasi dan mempunyai mimpi yang tinggi untuk melihat dunia luar. Yuni memperlihatkan tentang bagaimana perempuan dalam memperjuangkan impiannya untuk pendidikan tinggi, namun dikekang oleh stigma dan anggapan masyarakat di mana perempuan tidak perlu sekolah tinggi yang nantinya akan menjadi ibu dan seorang istri.

 

Permasalahan kedua muncul ketika berita hamil di luar nikah merebak di negeri. Masyarakat mulai beranggapan jika menikah menjadi solusi. Gerakan Indonesia Bersih Pacaran mulai digaungkan. Anak muda, khususnya perempuan dituntut untuk segera menikah daripada pacaran. Orang-orang beranggapan wanita tidak ada gunanya berpendidikan tinggi, nanti akhirnya juga akan nikah dan diam di rumah.

 

 

Yuni juga sangat menyukai musik, sebagai vokalis band, dia harus mundur karena suara wanita dianggap aurat. Yuni bahkan dilarang untuk sekedar melakukan hobi, apalagi melanjutkan mimpi. Yuni yang memiliki ambisi untuk melanjutkan pendidikan pun harus terpaksa memupuskan harapan-harapannya. Keinginan yuni harus terhalang dengan datangnya lamaran dari laki-laki pada dirinya. Adanya lamaran yang datang pada Yuni membuat dirinya resah akan kehidupan kedepannya. Dalam satu sisi, Yuni ingin meneruskan kehidupannya dengan melanjutkan pendidikannya. Di sisi lain, Yuni juga merasa tidak nyaman dengan pandangan masyarakat terhadap dirinya yang terus menolak lamaran. Padahal, dia masih duduk di bangku SMA. Yuni pun dengan tegas menolak lamaran yang datang padanya. Namun, Orang-orang di sekitarnya mulai membicarakan perihal lamaran yang dia tolak. Jika tidak menerima lamaran ketiga, dipercaya tidak akan menikah selamanya. Yuni sudah menolak dua kali. Dia sudah tidak memiliki alasan untuk mengelak. Pada akhirnya dia akan tenggelam dalam stigma masyarakat yang tidak berdasar dan pada akhirnya ia menikah di musim kemarau, tetapi dilanda hujan deras.

 

Kelebihan Buku :

 

Novel ini dapat dijadikan film hingga berhasil mendapatkan berbagai macam penghargaan diseluruh penjuru dunia dan membanggakan dunia perfilman Indonesia. Isi dari novel ini amat padat dan lengkap meski hanya terdiri dari 13 bab dengan 166 halaman. Secara detail, tokoh- tokoh, karakter, dan cerita didalamnya amat mewakili beberapa wanita di Indonesia. Cover pada novel ini juga sangat menarik dengan kertas berwana ungu sebagai simbol pergerakan perempuan serta terdapat gambar dan memiliki beberapa kata-kata. Tak hanya mengisahkan tentang percintaan, tetapi juga tentang bagaimana memperjuangan mimpinya hingga berpendidikan tinggi yang membuat alurnya semakin menarik. Novel ini juga menghubungkan dengan nilai-nilai kebudayaan patriarki serta menggunakan sudut pandang feminisme karena bahwa perempuan memiliki kesempatan hidup yang sama untuk memilih peran serta haknya seperti halnya laki-laki.

Tags :
Kategori :

Terkait