Jabar, Disway.id- Pemerintah dalam tahun 2024 telah menerbitkan kebijakan kurikulum merdeka sebagai kurikulum nasional. Dengan pemberlakuan kebijakan itu tentunya harus ditindaklanjuti oleh seluruh Pemda di Jabar baik Pemkab/Pemkot dan Provinsi.
Demikian juga untuk Disdik Jabar, dengan pemberlakuan kurikulum tersebut, sudah siap Membuat beberapa program strategis. Hal ini, diungkapkan Kadisdik Jabar, Wahyu Mijaya, dalam keterangannya kepada media baru-baru ini.Menurut Wahyu, salah satu tolak ukur dalam menerapkan kurikulum merdeka, adalah penerapan pendidikan dengan mensinergikan pengembangan potensi lokal di daerah. BACA JUGA:Disdik Jabar Tegaskan Tidak Ada Pungli di SMAN Wilayah Kota Bekasi dengan demikian, penerapan kurikulum merdeka, mulai untuk konten bahan ajar, dan pengembangan kelembagaan sekolah yang dikembangkan harus disesuaikan dengan potensi yang ada di daerah tersebut. Menurut Wahyu, sebagai salah satu gambaran saja, untuk pengelolaan pendidikan di jenjang SMK Untuk jurusan yang ada di daerah itu, harus selaras dengan konteks pengembangan pembangunan di wilayah tersebut. "sebagai contoh saat ini Pemerintah Pusat sudah menetapkan kawasan Rebana sebagai Pusat Kawasan Nasional (PKN) , ini tentunya berimplikasi pada pengembangan sekolah kejuruan", jelas Wahyu. BACA JUGA:Inovasi Baru, Siswa Simulasikan Persidangan di SMK Kartika XIX-1 Bandung Menurut Wahyu, untuk di kawasan seperti Rebana, jika ada SMK baru yang akan didirikan, akan dievaluasi dan dievaluasi tentang jurusan yang nanti akan dibuat. "untuk jurusan di SMK baru itu tentunya harus selaras dengan pengembangan di kawasan rebana bisa saja itu jurusan di bidang Perikanan atau Kemaritiman. Kurikulum merdeka, jelas Wahyu salah satu sasarannya transformasi pendidikan menuju pendidikan yang berkualitas, prinsip link and match tentunya menjadi sasaran dalam pengembangan pendidikan jenjang SMK. BACA JUGA:Ratusan Siswa SMAN 1 Cillin Menulis Mushaf Al-Qur'an Target tersebut, tentunya menjadi bahan evaluasi dalam penerbitan ijin SMK baru. Hal yang diantisipasi, jurusan SMK yang ada dalam kategori "jenuh" yaitu jurusan yang banyak mengeluarkan lulusan, namun penyerapan lulusan itu kurang terserap di sektor ketenagakerjaan, ujar Wahyu.***Penyeimbangan Kurikulum Merdeka Disdik Jabar Siap Luncurkan Program Strategis
Senin 22-04-2024,14:25 WIB
Reporter : itdisway
Editor : Okky Firmansyah
Kategori :
Terkait
Rabu 13-11-2024,08:32 WIB
Pengamat Pendidikan Sebut Kurikulum Merdeka Kurang Bijak, Ini Alasannya…
Jumat 25-10-2024,14:46 WIB
Ribuan Pelajar Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Panglima TNI 2024
Kamis 24-10-2024,23:35 WIB
Menteri Pendidikan Abdul Mu'ti Sebut Akan Kaji Ulang Kurikulum Merdeka, Sistem Zonasi, hingga UN
Jumat 04-10-2024,14:39 WIB
Sarana dan Prasarana Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan
Kamis 15-08-2024,12:43 WIB
Disdik Jabar Dorong Pembangunan Asrama untuk Pelayanan Pendidikan di SMKN 1 Agrabinta
Terpopuler
Rabu 22-04-2026,16:18 WIB
Universitas Esa Unggul Perkuat Pemberdayaan Desa, Bergabung dalam Kolaborasi Nasional 64 Kampus
Kamis 23-04-2026,00:33 WIB
Akademisi Unsika Nilai Pembatasan Usia Media Sosial Penting, Tekankan Pengawasan dan Literasi Digital
Kamis 23-04-2026,00:29 WIB
Parkir Liar Truk di Pantura Bekasi Jadi Ancaman Keselamatan Pengendara
Rabu 22-04-2026,16:22 WIB
Medsos Jadi Jalur Peredaran Narkoba di Bekasi, Sabu dan 3 Kg Ganja Disita Polisi
Kamis 23-04-2026,10:00 WIB
SPPG Belum Ber-SLHS di Kabupaten Bekasi Disorot, Legislator Minta BGN Bertindak
Terkini
Kamis 23-04-2026,14:59 WIB
Universitas Esa Unggul Wisuda 1.343 Lulusan, Perkuat Posisi sebagai Perguruan Tinggi Bertaraf Global
Kamis 23-04-2026,10:00 WIB
SPPG Belum Ber-SLHS di Kabupaten Bekasi Disorot, Legislator Minta BGN Bertindak
Kamis 23-04-2026,09:57 WIB
Indomaret Bersama Baygon dan Autan Gelar PSN dan Lomba Mewarnai di Subang
Kamis 23-04-2026,00:33 WIB