Anak-anak cenderung lebih rentan mengalami kondisi ini daripada orang dewasa karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang.
Namun, kebanyakan anak dapat pulih dari kondisi ini tanpa memerlukan pengobatan khusus.
- Iritasi Tenggorokan
Gejala panas dalam pada anak juga dapat muncul karena mereka mengalami iritasi pada tenggorokan mereka. Hal ini serupa dengan ISPA.
Namun, iritasi tenggorokan lebih sering terjadi karena paparan polusi udara, konsumsi makanan dan minuman panas, atau kebiasaan berteriak-teriak serta penggunaan suara secara berlebihan.
- Tonsilitis
Panas dalam pada anak juga dapat menunjukkan adanya peradangan pada amandel, yang dapat membuatnya merah dan membengkak.
Amandel adalah dua jaringan bundar yang terletak di belakang tenggorokan.
Selain menyebabkan panas dalam pada anak, tonsilitis bisa membuat anak kesulitan menelan atau membuat kelenjar getah bening di leher membengkak.