Baca juga: Ini Patokan Jika Buah Semangka Tumbuh Dengan Baik!
6. Penyiraman dan Pemupukan
Penyiraman: Siram secara teratur untuk menjaga kelembaban tanah, terutama selama pembentukan buah. Hindari penyiraman berlebihan.
Pemupukan: Berikan pupuk NPK seimbang (misalnya 10-10-10) saat tanam. Tambahkan pupuk yang kaya fosfor dan kalium ketika tanaman mulai berbunga dan berbuah.
7. Penopang Tanaman
Mulsa: Gunakan mulsa organik seperti jerami atau daun kering untuk menjaga kelembaban tanah dan mengendalikan gulma.
Terali: Jika menanam dalam pot atau ruang terbatas, gunakan terali untuk mendukung tanaman merambat.
8. Pengendalian Hama dan Penyakit
Inspeksi Rutin: Periksa tanaman secara rutin dilakukan untuk melihat tanda-tanda hama dan penyakit yang ada pada tanaman semangka yang ditanam. Jika pengecekan dilakukan secara rutin maka hal tersebut akan meminimalisir tanaman untuk terkena hama.
Pengendalian Alami: Gunakan insektisida organik atau metode pengendalian hama alami jika diperlukan.
9. Penyerbukan
Penyerbukan Alami: Pastikan ada cukup penyerbuk alami seperti lebah di sekitar kebun.
Penyerbukan Manual: Jika perlu, lakukan penyerbukan manual dengan menggunakan kuas kecil untuk memindahkan serbuk sari dari bunga jantan ke bunga betina.
10. Pemeliharaan