Kota Bekasi,Disway.id – Harga jengkol di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bekasi mengalami lonjakan tajam dalam sepekan terakhir. Pantauan pada Senin, 4 Agustus 2025, menunjukkan harga jengkol mencapai Rp 95.000 hingga Rp 100.000 per kilogram, mendekati harga daging sapi lokal.
Kondisi ini mengejutkan banyak konsumen, khususnya para pedagang warung makan dan pecinta masakan khas Betawi yang menjadikan jengkol sebagai bahan utama.
“Biasanya saya beli jengkol paling mahal Rp 60.000 per kilo. Ini sekarang harganya udah kaya daging sapi, bikin mikir dua kali buat beli,” ujar Sari (38), pedagang warteg di Tambun Selatan.
BACA JUGA:Disperindag 'Kewalahan' Kendalikan Harga Sembako di Karawang yang Terus Naik
Kenaikan harga ini diduga akibat pasokan jengkol yang menurun drastis dari daerah pemasok, terutama dari wilayah Jawa Barat bagian selatan. Cuaca ekstrem serta gagal panen menjadi faktor utama kelangkaan tersebut.
“Pasokan dari petani sangat minim sejak dua minggu terakhir. Sementara permintaan tetap tinggi. Itu sebabnya harganya melambung,” jelas Didi, pedagang sayur di Pasar Induk Cibitung.
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi mengaku tengah memantau perkembangan harga dan akan mempertimbangkan langkah intervensi pasar apabila lonjakan harga terus berlanjut dan memengaruhi daya beli masyarakat.
BACA JUGA:Koperasi Merah Putih Jatimakmur Siap Dongkrak Ekonomi Warga
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda penurunan harga, mengingat distribusi dari daerah penghasil jengkol masih belum normal. Masyarakat diimbau untuk sementara mencari alternatif bahan makanan lain atau membeli dalam jumlah terbatas.***