Data sementara mencatat, banjir berdampak pada dua desa di Kecamatan Cilamaya Wetan. Di Desa Muara, genangan air setinggi 20 hingga 40 sentimeter merendam 199 rumah yang dihuni 711 jiwa dari 254 kepala keluarga. Kelompok rentan yang terdampak terdiri atas balita, bayi, dan lansia.
Sementara itu, Desa Muarabaru mengalami dampak lebih besar. Sebanyak 433 rumah terendam banjir dengan jumlah terdampak mencapai 1.396 jiwa dari 421 kepala keluarga. Ketinggian air di desa ini berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter, dengan puluhan balita, bayi, dan lansia ikut terdampak.
Sebelum meninjau lokasi banjir, rombongan Bupati terlebih dahulu melakukan pengecekan kesiapan bantuan logistik di Kantor BPBD Karawang. Selanjutnya, rombongan meninjau lokasi tanggul jebol di Dusun Tanjung Jaya, Desa Muara, yang diduga menjadi pemicu meluasnya genangan air.
Kegiatan peninjauan diakhiri dengan rapat koordinasi di Kantor Kecamatan Cilamaya Wetan. Rapat tersebut membahas langkah lanjutan penanganan banjir, distribusi bantuan, pengamanan wilayah terdampak, serta rencana perbaikan infrastruktur guna mencegah kejadian serupa terulang.
Peninjauan lapangan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Karawang, antara lain Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Naryanto, Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah, Sekda Karawang H. Asep Aang Rahmatulloh, Kalak BPBD Usep Supriatna, unsur Muspika, camat, kepala desa, serta personel TNI-Polri dan tim BPBD. (Siska)