“Waktu itu sudah azan, kondisi jalan lengang. Saya dengar suara minta tolong, pertama agak kencang, kedua sudah pelan karena sambil dikejar. Saya langsung refleks buka kamera dan rekam dari CCTV,” katanya.
Rekaman tersebut kemudian disebarkan ke grup warga dengan harapan pelaku yang diduga masih berada di sekitar lokasi dapat segera teridentifikasi.
Dari pantauan CCTV, pelaku datang dari arah Jalan Imam Bonjol menggunakan sepeda motor jenis PCX. Pelaku sempat mengerem seolah hendak putar balik, lalu melihat ke arah belakang saat mendapati calon korban berjalan kaki.
“Dia putar balik, pas di depan warung saya, langsung melakukan aksi. Kebetulan tepat di depan kamera, jadi terdokumentasi,” ungkapnya.
Korban diketahui berjalan seorang diri, dengan jarak beberapa menit di depan terdapat seorang pria lain. Wilayah tersebut mayoritas dihuni pekerja kontrakan sehingga pada waktu Subuh aktivitas masih minim dan jalan relatif sepi.
Asip mengaku warga sudah lama resah karena aksi serupa terjadi berulang kali. Bahkan, dampaknya mulai terasa terhadap perekonomian warga.
“Sudah sangat meresahkan. Penghuni kontrakan kalau tahu daerah ini dianggap tidak aman, banyak yang memilih pindah. Otomatis warung-warung kecil seperti saya juga kena dampaknya, jadi sepi,” keluhnya.
Ia berharap aparat keamanan meningkatkan patroli dan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.