Akhirnya, peran strategis guru di era post-truth adalah menjaga harapan peradaban. Jika kebenaran terus direduksi menjadi sekadar opini, maka pendidikanlah benteng terakhirnya. Guru bukan hanya pengajar mata pelajaran, tetapi pengawal akal sehat.
Di tengah riuh rendah opini, guru harus tetap menjadi suara jernih. Di tengah kabut informasi, guru harus menjadi cahaya verifikasi. Dan di tengah arus relativisme, guru harus berdiri sebagai penjaga nilai.
Karena sesungguhnya, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi kejernihan cara berpikir generasinya.
Dan di situlah guru mengambil peran strategisnya, bukan sekadar mengajar, tetapi merawat peradaban.
Tambun, 25 Pebruari 2026