KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID - Di tengah padatnya lalu lintas dan mobilitas warga selama Ramadan, ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Bekasi kini tak hanya mengantar penumpang dan pesanan makanan. Mereka juga didorong menjadi garda terdepan informasi keamanan.
Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, secara terbuka menyebut para pengemudi ojol sebagai “mata dan telinga” kepolisian di lapangan. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan buka puasa bersama ratusan ojol dari berbagai komunitas, Jumat (27/2).
“Rekan-rekan ojol adalah mata dan telinga di lapangan. Jika menemukan potensi gangguan kamtibmas atau tindak kejahatan, jangan ragu segera laporkan kepada kami atau melalui layanan 110 yang bebas pulsa,” ujar Sumarni.
Menurutnya, kehadiran para pengemudi ojek online tidak hanya sebagai pelaku transportasi, tetapi juga bagian dari elemen masyarakat yang berperan penting dalam menciptakan keamanan dan ketertiban.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian dan komunitas ojol perlu terus diperkuat.
“Buka puasa ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi wujud kebersamaan dan kedekatan kami dengan rekan-rekan ojek online. Kami ingin membangun sinergi yang kuat demi menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Bekasi,” tambahnya.
Acara buka puasa bersama tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan, seperti dialog interaktif, penyampaian pesan-pesan kamtibmas, hingga pembagian bingkisan sembako sebanyak 500 paket sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada para pengemudi ojol yang setiap hari melayani masyarakat.
Sumarni berharap melalui kegiatan ini, kolaborasi antara kepolisian dan komunitas ojek online dapat semakin solid.