Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, pemutakhiran data sangat penting untuk menunjang penyaluran bantuan. Salah satunya, cakupan kesehatan masyarakat yang terlindungi BPJS.
“Pada tahun 2026 ini, kita harus mampu melalui pencapaian tersebut dengan kualitas data dan ketepatan sasaran,” kata dia.
Asep mengatakan, Kabupaten Bekasi sempat mencapai UHC dengan cakupan mencapai 99,23 persen dari jumlah penduduk. Namun sempat terjadi pengurangan data hingga memengaruhi cakupan jaminan kesehatan bagi warga. Saat ini, dengan pemutakhiran data yang dilakukan, Asep menargetkan UHC kembali tercapai pada semester pertama tahun ini.
"Ada kemarin yang hilang sebanyak 77.000 kepesertaan. Ternyata kata Pak Menteri nanti juga akan aktif lagi. Dan alhamdulillah sekarang reaktifasinya sudah 21.000 sisanya menyusul Insya Allah dalam semester ini, fulll kita menjadi, UHC lagi menjadi 99,23 persen," kata Asep.
Asep berharap, pemutakhiran data segera rampung pada semester pertama sehingga penerima manfaat dari berbagai program dapat tersalur dengan tepat.
“Kami mendorong percepatan akselerasi pada semester pertama tahun berjalan khususnya pada pelaksanaan pembersihan data atau data cleansing peserta yang telah meninggal dunia atau pindah domesili atau berpindah segmen kepesertaan harus segera ditindak lanjuti. Dengan demikian kuota yang kosong dapat segera diisi oleh warga yang benar-benar membutuhkan khususnya masyarakat pada kelompok desil 1 sampai dengan desil 5,” tandasnya. (Iky)