KARAWANGBEKASI.DISWAY.ID - Teror monyet liar terjadi di Perumahan Bali Indah, Desa Pantai Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.
Seekor monyet tiba-tiba menyerang balita berusia dua tahun yang sedang bermain di depan rumahnya hingga menyebabkan luka robek di punggung korban dan harus dijahit sebanyak 26 jahitan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (10/3). Saat itu, korban sedang asyik bermain mobil-mobilan di area depan rumahnya. Lalu tiba-tiba, seekor monyet liar muncul dan langsung menerkam korban dengan gigitan serta cakaran yang tajam.
Uut Supriati (38), bibi korban mengungkap bahwa sebelum serangan terjadi, dirinya baru saja selesai memandikan keponakannya itu (korban). Dan sempat melarangnya untuk keluar rumah.
"Saya habis mandiin dia, ganti baju, terus saya tutup pintu. Saya bilang jangan keluar karena mainannya di luar. Ternyata pintunya dibuka sama dia, lalu dia duduk main mobil-mobilan di depan," kata Uut di Tarumajaya, Rabu (11/3).
Tak berselang lama, jeritan tangis korban pecah membuat seisi rumah kaget. Uut yang panik segera berlari ke luar dan menemukan sang keponakan sudah dalam kondisi luka-luka.
BACA JUGA:Begini Sejarah Lengkap Kabupaten Karawang, Generasi Muda Wajib Tahu Asal Usul Daerahnya!
"Saya lihat dia sudah miring. Pas saya pegang, ternyata ada darah di keramik. Lukanya di bagian belakang," tambahnya.
Melihat korban yang luka, lanjut Uut, keluarga langsung melarikan ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, luka di punggung balita tersebut masuk kategori cedera berat sehingga tim medis harus memberikan tindakan berupa 26 jahitan.
Berdasarkan keterangan Uut, ancaman monyet liar di lingkungan mereka ternyata bukan baru kali ini saja. Setidaknya, sudah ada dua anak kecil lainnya di perumahan yang sama yang pernah menjadi sasaran amukan monyet tersebut sebelumnya.
"Setahu saya ada tiga korban. Yang paling parah itu yang kedua, sampai luka besar," terang Uut.
Menurutnya, kondisi ini memicu keresahan bagi masyarakat setempat. Warga merasa terancam karena mayoritas korban adalah anak-anak yang rentan. Apalagi, kehadiran monyet liar ini dianggap aneh karena kawasan pemukiman mereka sebelumnya tidak pernah menjadi habitat monyet.
"Di sini sebelumnya enggak pernah ada monyet. Baru kali ini saja," kata Uut.