Menhub Dorong Pemudik Manfaatkan WFA Agar Arus Mudik Lebaran 2026 Tidak Menumpuk

Minggu 15-03-2026,18:57 WIB
Reporter : Support Disway
Editor : Ilham Prayogi

Salah satu lokasi yang dipantau adalah Cirebon, yang merupakan bagian dari jalur Pantura dan menjadi koridor penting bagi pemudik menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain memantau kondisi jalan, pemerintah juga menyoroti aktivitas masyarakat di sekitar jalur mudik yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

Salah satunya adalah kegiatan warga yang mencari koin dari pengendara di kawasan Kalisewo, Indramayu. Menurut Dudy, aktivitas tersebut berisiko membahayakan keselamatan, terutama saat volume kendaraan meningkat.

“Kami berharap aktivitas tersebut bisa dihentikan sementara demi keselamatan bersama,” katanya.

BACA JUGA:Libur Kerja dan Sekolah Picu Gelombang Awal Mudik di Jalur Arteri Bekasi

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga memberikan bantuan kepada para pengemudi transportasi tradisional di wilayah Cirebon.

Sebanyak 557 pengemudi becak, ojek, dan angkutan tradisional menerima bantuan sebesar Rp1,4 juta per orang.

Bantuan tersebut diberikan sebagai kompensasi atas pembatasan operasional selama masa mudik.

Menhub menegaskan langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga kelancaran arus mudik sekaligus memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak kebijakan lalu lintas.

Setelah melakukan peninjauan di Cirebon, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Subang untuk memastikan kesiapan infrastruktur serta memetakan potensi titik kemacetan di sepanjang jalur mudik.

 

Pemerintah berharap berbagai langkah antisipasi tersebut dapat membuat penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan ke kampung halaman.

Kategori :