6. Gunakan Kembali Material yang Masih Layak
Tidak semua material lama harus dibuang.
Pintu kayu, kusen, rangka besi, genteng, hingga keramik tertentu masih dapat dimanfaatkan kembali setelah diperbaiki.
Selain menghemat biaya, langkah ini juga mengurangi limbah bangunan.
BACA JUGA:Polres Metro Bekasi Kota Gelar Turnamen Catur dan Domino Sambut Hari Bhayangkara ke-80
7. Gunakan Desain yang Sederhana
Semakin rumit desain rumah, semakin tinggi pula biaya pengerjaannya.
Konsep minimalis masih menjadi pilihan favorit karena membutuhkan material lebih sedikit, proses pengerjaan lebih cepat, serta biaya perawatan yang relatif rendah.
8. Beli Material Saat Ada Promo atau Diskon
Inilah salah satu cara yang sering dilakukan kontraktor berpengalaman.
BACA JUGA:DPRD Kabupaten Bekasi Usut Dugaan Pencemaran Laut di Tarumajaya
Beberapa toko bangunan maupun marketplace kerap memberikan promo musiman, potongan harga, atau cashback untuk pembelian dalam jumlah tertentu.
Jika direncanakan dengan baik, cara ini dapat menghemat biaya hingga jutaan rupiah, terutama untuk pembelian keramik, cat, baja ringan, maupun perlengkapan sanitasi.
9. Pilih Tukang yang Berpengalaman
Upah murah bukan satu-satunya pertimbangan.
Tukang yang berpengalaman biasanya bekerja lebih rapi, cepat, dan mampu mengurangi risiko kesalahan yang justru bisa menambah biaya renovasi.