Kurangi Dampak Abu Vulkanik, Damkar Bandung Semprot Jalan Protokol

Senin 14-09-2026,17:25 WIB
Reporter : itdisway
Editor : Nazril

BANDUNG, Disway.id — Pemerintah Kota Bandung mengerahkan mobil pemadam kebakaran untuk menyemprotkan air di sejumlah ruas jalan protokol sebagai langkah mengurangi dampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, Sony Bachtiar, mengatakan penyemprotan diprioritaskan di ruas jalan yang ramai dilalui masyarakat dan wisatawan.

“Hari ini kami melakukan penyemprotan di Jalan Asia Afrika, sepanjang Asia Afrika. Lalu di Jalan Ir. H. Juanda. Nanti malam kami lanjutkan ke Jalan Supratman sampai Purwakarta, kemudian Jalan Dipatiukur dan R. E. Martadinata,” kata Sony di Bandung, Senin.

BACA JUGA:23 Warga Jabar Jadi Korban KM Virgo Transport 8, 10 Masih Dalam Pencarian

Menurut Sony, penyemprotan tidak hanya menyasar badan jalan. Petugas juga membersihkan area yang berpotensi menjadi tempat menumpuknya abu vulkanik, seperti trotoar, dedaunan, hingga pepohonan.

Langkah tersebut dilakukan agar abu yang telah mengendap di permukaan tidak kembali beterbangan dan memperburuk kualitas udara di sekitar jalan.

“Ini untuk debu-debu yang ada di permukaan supaya tidak mengudara kembali. Yang ada di dedaunan, pohon-pohon, termasuk trotoar, akan kami semprot sehingga debunya tidak naik lagi,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, petugas memanfaatkan sumber air yang tersedia, antara lain dari hidran dan kolam retensi. Sony memastikan persediaan air untuk kegiatan penyemprotan sejauh ini masih mencukupi.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengimbau masyarakat tidak panik menyikapi sebaran abu vulkanik. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan abu.

“Dari kemarin sudah kami keluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak usah panik. Bagaimanapun juga abu vulkanik merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia yang berada di Ring of Fire,” kata Farhan.

Sebagai langkah perlindungan, Pemkot Bandung juga meminta anak-anak sekolah menggunakan masker ketika beraktivitas. Farhan mengatakan dirinya telah meninjau sejumlah sekolah dan mendapati para siswa mulai menggunakan masker.

Selain penggunaan masker, lingkungan sekolah yang masih terdapat endapan abu vulkanik diminta segera dibersihkan. Upaya tersebut penting dilakukan agar abu tidak kembali beterbangan dan terhirup oleh siswa maupun warga sekolah.

Farhan menjelaskan, meski abu vulkanik yang mengendap di permukaan dapat dikurangi melalui pembersihan dan penyemprotan, potensi keberadaan abu di udara pada ketinggian tertentu tetap perlu diwaspadai.

“Sebarannya di ketinggian antara 10.000 sampai 15.000 kaki, atau sekitar tiga sampai lima kilometer dari permukaan,” tuturnya.

Pemkot Bandung pun terus melakukan langkah antisipasi dengan mengutamakan kebersihan ruang publik dan perlindungan masyarakat. Penyemprotan jalan protokol diharapkan dapat menekan kembali terangkatnya abu yang telah mengendap sekaligus menjaga kenyamanan warga dan wisatawan yang beraktivitas di Kota Bandung.***

Tags :
Kategori :

Terkait